Sukses

Jokowi Minta Hiruk Pikuk Politik Tidak Ganggu Kerukunan Warga

Liputan6.com, Jakarta - Jokowi punya permintaan khusus bagi seluruh warga negara Indonesia. Pesan itu terkait hiruk pikuk politik menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Presiden RI itu meminta, perbedaan pilihan politik tidak mengganggu kerukunan antarwarga di semua wilayah Indonesia.

"Pilkada, pemilu legislatif, pilpres hanya pesta demokrasi lima tahun, coblos saja, setelah itu ya rukun kembali," kata Jokowi di hadapan sekitar 3.000 warga penerima sertifikat tanah dari lima kabupaten dan kota wilayah Jawa Barat di Gedung Pertemuan Radian Kabupaten Cirebon, Minggu, 11 Maret 2018 lalu.

Ia meminta perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan untuk terpecah. Jokowi menekankan persatuan tetap harus dijaga.

"Saya titip, jangan sampai karena beda pilihan, kita jadi tidak rukun, kita jadi tidak bersaudara, tidak rukun antartetangga, antarkampung, jangan sampai tidak saling sapa hanya karena beda pilihan," katanya.

Jokowi menyebut Indonesia merupakan negara besar dengan beragam suku bangsa, bahasa dan agama. Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan Singapura yang hanya memiliki empat suku atau Afghanistan yang hanya memiliki tujuh suku.

1 dari 3 halaman

Jokowi di Pilpres 2019

Partai Demokrat memberi sinyal kuat akan bergabung dengan koalisi PDIP untuk mendukung Joko Widodo atau Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti.

Akan tetapi, santer terdengar, keinginan Demokrat untuk bergabung dalam koalisi pendukung Jokowi itu diikuti dengan sebuah syarat. Syarat tersebut adalah dengan menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pendamping Jokowi dalam pilpres mendatang.

Politikus PDIP Henry Yosodiningrat menanggapi hal tersebut. Menurutnya, terlalu dini untuk memberikan syarat jika memang akan memberikan dukungan.

"Jangan syarat-syarat dulu, enak aja. Kita lihat syaratnya apa gitu. Syarat mewakili nanti dululah," ucap Henry di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Senin, 12 Maret 2018.

2 dari 3 halaman

Dukungan Partai Politik

Kembali maju di Pilpres 2019, Jokowi telah mendapat dukungan dari sejumlahpartai politik. Antara lain,  PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura. Namun hingga kini, nama calon wakilnya belum ditentukan.

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, sosok yang akan mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan dikomunikasikan bersama partai pengusung. Dengan demikian, ada kesepakatan sosok pasangan calon yang akan dideklarasikan.

Artikel Selanjutnya
Jokowi Terima Delegasi Senat Parlemen Kazakhstan
Artikel Selanjutnya
Begini Standar Cawapres untuk Jokowi di Pilpres 2019 Versi Partai Golkar