Sukses

Larang Main Pokemon di Kampus, Rektor UAD Dirisak Netizen

Liputan6.com, Jakarta Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menerbitkan surat edaran melarang seluruh anggota civitas akademika bermain Pokemon Go di lingkungan kampus. Surat edaran itu bahkan diunggah ke media sosial Facebook di akun official Universitas Ahmad Dahlah Yogyakarta.

Larangan itu berdasar pada kekhawatiran akan tersadapnya data-data UAD akibat bermain Pokemon Go di kampus.

"Teknologi Augmented Reality yang menggabungkan Pokemon sebagai benda maya ke dalam dunia nyata pada real time via HP Android sama saja dengan memberi akses pada google earth & google maps (perangkat lunak intel AS) untuk mengakses lingkungan dalam UAD," tulisan di Surat Edaran Rektor.

Pendapat itu langsung menuai kritik dari netizen, sebagian dari mereka bahkan menjadikan surat edaran itu sebagai bahan candaan. Akun dengan nama Ndar Endar misalnya, ia bahkan mempertanyakan keaslian akun tersebut. "Asli ngakak!!! kalau ini beneran akun official fanpage UAD dan yang beneran ngelarang adalah rektornya...duh ane ngak ngerti lagi deh."

Sementara beberapa netizen menyanggah kekhawatiran yang dikemukakan dalam surat edaran tersebut. Akun Achmad Fawwaz B menuliskan, "Teknologi Augmented Reality yang digunakan Pokemon Go bukan ancaman. Teknologi ini hanya menggabungkan pemetaan GPS dengan animasi yang disimulasikan. Basis petanya justru sudah ada sebelumnya, mereka menggunakan google map lalu meramunya dengan apik di simulasi."

"Ya ampun  rektornya kurang update. itu Google map & earth udah bisa liat genteng rumah ente semua wkwkwk," tulis akun Yudhi Indrapraja dan masih banyak lagi komentar nyinyir netizen.



Terkait meledaknya game Pokemon Go sejumlah instansi memang telah melarang permainan yang belum dirilis resmi di Indonesia itu. Alasannya beragam, ada yang karena terlambat kerja, takut disadap, alasan keselamatan dan lain sebagainya. Bagaimana menurutmu, apakah game Pokemon Go sebaiknya dilarang di Indonesia?

(War)

 

Loading