Sukses

Salah Informasi, PM Kanada Sempat Unggah Hoaks di Twitter

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks ternyata bisa disebarkan oleh siapa saja tak terkecuali oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. Ia menyebarkan informasi yang salah melalui cuitan di Twitternya pada tengah pekan ini.

Dalam akun Twitternya, Trudeau mengunggah cuitan "Kanada mencela keputusan rezim Iran yang menjatuhkan hukuman mati pada 15 ribu orang pengunjuk rasa."

Namun hanya 12 jam saja cuitan itu ada di akun Trudeau. Ia menghapus cuitan tersebut setelah mengetahui bahwa informasi yang didapatnya salah.

"Cuitan itu didapat dari informasi awal yang tidak lengkap dan tidak sesuai konteks. Itu sebabnya cuitan telah dihapus," bunyi pernyataan Juru Bicara PM Kanada dilansir Yahoo News.

"Cuitan itu didasarkan keprihatinan serius dari laporan pendukung hak asasi manusia internasional akan adanya potensi hukuman mati bagi pengunjuk rasa. Termasuk pada ribuan pengunjuk rasa yang sekarang ditahan oleh rezim Iran."

Hingga saat ini dikutip dari CNN ada 14 ribu orang yang ditahan karena unjuk rasa di Iran. Dua ribu diantaranya telah dihukum dan satu orang dijatuhi hukuman mati.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.