Sukses

Ragam Hoaks Seputar Malaysia, Culik WNI hingga Ditolak Jadi Anggota G20

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa mencatut negara mana saja tak terkecuali Malaysia. Hoaks ini disebarkan oknum tak bertanggung jawab untuk kepentingan tertentu.

Lalu apa saja hoaks seputar Malaysia? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Presiden Jokowi Tolak Malaysia Jadi Anggota Penuh G20

Beredar di media sosial postingan video yang mengklaim Presiden Jokowi menolak Malaysia sebagai anggota penuh G20. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 10 November 2022.

Dalam postingannya terdapat video berjudul "Jokowi Dodo Tolak Malaysia menjadi anggota penuh G20"

Video itu juga disertai narasi "Jokowi tolak Malaysia menjadi anggota penuh G20, jangan remehkan Indonesia"

Lalu benarkah postingan video yang mengklaim Jokowi menolak Malaysia menjadi anggota G20? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Viral Lagi, Hoaks Kabar Dua WN Malaysia Menculik dan Mengambil Organ Tubuh Anak-anak

Kabar tentang dua orang warga negara (WN) Malaysia menculik dan mengambil organ tubuh anak-anak beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 24 November 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah gambar tangkapan layar foto pria dan wanita yang diklaim sebagai pelaku penculikan anak.

Terdapat juga gambar selebaran tentang waspada penculikan anak yang diklaim dari Polda Jawa Barat. Kemudian ditambahkan narasi sebagai berikut:

"Tolong di ser seluruh insonesia mulai Sulawesi, Jo Jakarta, Palembang, Pekan baru Riau, Batam, Medan, padang, kota Sidempuan, panyabungan Sumatra Utara Mandailing Natal, Tarutung, sibolga, sipirok, sampai daerah toba Samosir, tolong kita saling jaga anak kita semua, mulai umur 1801 tahun, dan kirim kesemua grop, teman, dan buklik ya mau pun isragam, ini laporan dari PBB

Ini 2orang di bawah kabarnya orang malaysia yg culik anak buat di ambil organ tubuhnya

katanya 2 orang ini sudah masuk ke Indonesia.. jadi yg punya anak kecil hati2 buat jaga anak2nya"

"Hati-hati ya," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 18 ribu kali dibagikan dan mendapat 301 komentar warganet.

Benarkah ada dua orang warga negara (WN) Malaysia menculik dan mengambil organ tubuh anak-anak? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Video Penyuntikan Vaksin Covid-19 dengan Jarum Kosong di Malaysia, Simak Faktanya

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan video terkait penyuntikan vaksin covid-19 dengan jarum yang kosong di Malaysia. Video itu beredar sejak akhir pekan lalu.

Salah satu yang mengunggahnya ada di Facebook. Akun itu memposting video berdurasi satu menit dengan narasi sebagai berikut:

"This Malaysian nurse cheated on the vaccination. She showed the filled syringe but used empty syringe to inject ‘empty’ vaccine. She should be locked up"

atau dalam Bahasa Indonesia

"Perawat Malaysia ini curang saat melakukan vaksin. Dia menunjukkan jarum suntik yang diisi tetapi menggunakan jarum suntik kosong untuk menyuntikkan vaksin 'kosong'. Dia harus dikurung."

Lalu benarkah video terkait penyuntikan vaksin covid-19 dengan jarum yang kosong di Malaysia? Simak dalam artikel berikut ini...

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.