Sukses

Deretan Hoaks Seputar China, Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - China menjadi salah satu negara yang kerap jadi sasaran hoaks. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks seputar China? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar dalam Foto Ini Presiden China Xi Jinping Jadi Tahanan Rumah Usai Dikudeta

Sebuah foto yang diklaim Presiden China, Xi Jinping menjadi tahanan rumah usai dikudeta oleh jenderal militer PKC beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 25 September 2022.

Dalam foto tersebut, Xi Jinping tampak duduk di kursi. Ia mengenakan jaket dan celana panjang hitam. Terlihat juga, Xi Jinping memakai masker.

Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa Xi Jinping telah menjadi tahanan rumah usai dikudeta oleh jenderal militer PKC.

"Menyiapkan Diri jadi Presiden 3 Periode,

Presiden China Xi Jinping di kudeta oleh Jenderal Militer anggota PKC dan jadi tahanan rumah

Penerbangan Dalam dan Luar Negeri ditunda," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 7 kali dibagikan mendapat 7 komentar dari warganet.

Benarkah dalam foto itu Xi Jinping menjadi tahanan rumah usai dikudeta? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Warga Pribumi Dianiaya WN China

Sebuah video yang diklaim warga pribumi sedang dianiaya oleh WN China beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 20 September 2022.

Video berdurasi 1 menit 6 detik itu memperlihatkan seorang pria dianiaya oleh pria lainnya. Mulanya korban diminta untuk berlutut di sebuah ruangan. Pria lainnya tampak berdiri di belakang korban.

Tak lama, pelaku menendang kepala korban. Setelahnya, korban dianiaya hingga terkapar di lantai. Sejumlah orang juga tampak melihat penganiayan tersebut. Video itu kemudian dikaitkan dengan penganiayaan terhadap warga pribumi oleh WN China.

"Rekaman sadis šŸ‘†šŸ¼ yg bocor ke publik. Cino komun!5 menghajar pribumi, apa sebabnya masih dalam penyelidikan. Apakah kita tetap masa bodoh melihat kebengisan singkek komun!5 tsb, sing penting iso mangan wareg, dgn prinsip mangan ora jaluk kowe. Tdk lama lagi generasi kita jadi jongos2 mereka. Daerah dimana kejadian, pelaku pemukulan sadis ini harus diusut tuntas & di hukum berat, ini lebih kejam dari binatang.. Komunis PK!..," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 38 kali ditonton dan mendapat 2 komentar dari warganet.

Benarkah dalam video itu warga pribumi dianiaya WN China? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Menag Yaqut Cholil Qoumas Bakal Bikin Kiblat Baru untuk Umat Islam Nusantara di China

Beredar di media sosial postingan yang menyebut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan membangun kiblat baru bagi umat Islam nusantara di China. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 18 April 2022.

Dalam postingannya terdapat judul artikel berita dari Sindonews.com berjudul "Menag Yaqut: Saya Pastikan Pembangunan Kiblat Yang baru Untuk Umat Islam Nusantara. Akan Segera Di Bangun Dan Kami Sudah Bekerja Sama dgn Pemerintahan China. Dan Lokasi Pembangunannya Bertempat di China."

Lalu akun tersebut menambahkan narasi:

"Makin menjadi jadi ni orang 1.Menag rasa komunis......"

Lalu benarkah postingan yang menyebut Menag Yaqut Cholil Qoumas akan membangun kiblat baru bagi umat Islam nusantara di China? Simak dalam artikel berikut ini...

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.