Sukses

Simak Hoaks Terkini Seputar Cacar Monyet, dari Pengobatan sampai Pemicunya

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar cacar monyet beredar di media sosial, kabar bohong tersebut dikemas sedemikian rupa agar dapat membuat orang mempercayainya.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar cacar monyet, dari cara penularannya hingga pengobatannya. Hasilnya sebagian terbukti tidak benar atau hoaks.

Berikut kumpulan hoaks terkini seputar cacar monyet.

Ramuan Pengobatan Cacar Monyet dengan Kunyit dan Madu

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim ramuan pengobatan cacar monyet dengan kunyit dan madu, kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 27 Juli 2022.

klaim pengobatan cacar monyet dengan kunyit dan madu berupa video yang didalamnya terdapat tulisan sebagai berikut.

Video tersebut menampilkan seorang yang sedang meremas beberapa lembar daun kemudian dimasukan bersama bubuk kuning dan cairan coklat dalam satu wadah, dilanjutkan dengan mengaduknya. Bahan yang sudah menjadi satu tersebut dioleskan ke jari telunjuk.

Dalam video tersebut diberi tulisan sebagai berikut.

"NATURAL REMEDY FOT MONKEY POX SORES"

Tulisan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Jika Anda menderita cacar monyet, Anda harus mencoba obat ini untuk mengobatinya. Obat ini mudah dan dilengkapi dengan bahan-bahan sederhana dan alami, seperti:

1 sendok makan dihaluskan(ditumbuk) daun nimba 1 sendok makan bubuk kunyit

1 sendok makan madu. Semoga bermanfaat 🙏🏻"

Benarkah klaim pengobatan cacar monyet dengan kunyit dan madu? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

AS Kirim Virus Cacar Monyet ke Asia Menggunakan Burung

Beredar di media sosial pesan berantai yang menyebut virus cacar monyet dikirim dari Amerika Serikat (AS) ke Asia menggunakan burung. Pesan berantai ini menyebar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 30 Juli 2022.

Berikut isi postingannya:

"Hai teman-teman. Di mana pun Anda berada, jika Anda melihat burung yang tidak bisa terbang, tidak bisa berjalan atau berjuang di tanah, jangan pernah menangkapnya, karena takut tertular cacar monyet. Komunitas terkait telah memberi tahu Anda, mohon diperhatikan. Ingat!Amerika Serikat dan negara-negara Barat menggunakan burung untuk membawa virus cacar monyet untuk menyebar ke wilayah Asia!Kakak saya mengirimnya dari Jerman dan meminta saya untuk segera memberi tahu keluarga… "

Lalu benarkah pesan berantai yang menyebut virus cacar monyet merupakan kiriman dari AS ke Asia menggunakan burung? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

3 dari 4 halaman

Kandungan Adenovirus Simpanse di Vaksin AstraZeneca Sebabkan Cacar Monyet

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim cacar monyet disebabkan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena mengandung adenovirus simpanse. Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 11 Juni.

Klaim cacar monyet disebabkan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena mengandung adenovirus simpanse berupa foto tulisan yang mengulas vaksin AstraZeneca dan pada tulisan "chimpanzee adenovirus" ditandai dengan lingkaran merah.

Unggahan foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Mengingat cacar monyet, orang-orang ingat bahwa va*sin anti-coronavirus AstroZeneca mengandung adenovirus simpanse"

Benarkah klaim cacar monyet disebabkan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena mengandung adenovirus simpanse? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS