Sukses

Hoaks Dampak Vaksin Covid-19 Serang Atlet, Simak Daftarnya

Liputan6.com, Jakarta- Beredar informasi yang mengklaim sejumlah kalangan mengalami dampak berat vaksin Covid-19, mulai dari kematian sampai serangan jantung. Salah satunya adalah atlet.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar dampak vaksin Covid-19 pada atlet, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks seputar dampak vaksin Covid-19 pada atlet.

1. Vaksin Covid-19 Sebabkan Sindrom Kematian Mendadak Bagi Atlet

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan postingan video yang menyebut sejumlah atlet meninggal dunia karena terkena Sudden Arrythmic Death Syndrome (SADS) atau kematian yang terjadi secara tiba-tiba akibat serangan jantung setelah divaksin covid-19. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Dalam postingan video berdurasi 58 detik itu terdapat potongan-potongan video atlet yang tiba-tiba pingsan atau terjatuh di lapangan.

Selain itu terdapat potongan artikel mengenai meninggalnya atlet di seluruh dunia karena serangan jantung. Postingan ini disertai narasi:

"Mysterious deaths of athletes around the world following the rollout of experimental mRNA vaccines is being written off in the media as "sudden adult death syndrome (SADS)."

This is the price of people allowing themselves to be ruled by Satanic leaders, Zionists, and international finance capital"

 atau dalam Bahasa Indonesia

"Kematian misterius atlet di seluruh dunia setelah peluncuran vaksin mRNA eksperimental sedang ditulis di media sebagai" sindrom kematian orang dewasa mendadak (SADS)."

Ini adalah harga dari orang-orang yang membiarkan diri mereka diperintah oleh para pemimpin setan, Zionis, dan modal keuangan internasional"

Lalu benarkah postingan video yang menyebut vaksin covid-19 menyebabkan SADS dan membuat atlet meninggal dunia secara mendadak? Simak hasil penelusurannya di sini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 5 halaman

Petenis Gael Monfils Mundur dari Turnamen karena Reaksi Merugikan Vaksin Booster

Cek Fakta Liputan6.com mendapat klaim Petenis Prancis Gael Monfils mundur dari turnamen karena reaksi merugikan vaksin Covid-19 booster. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Juni 2022.

Klaim Petenis Prancis Gael Monfils mundur dari turnamen karena reaksi merugikan vaksin booster tersebut berupa tulisan seperti berikut.

"Gael Monfils(petenis PERANCIS nomor 1)telah mengungkapkan

pengunduran dirinya dari turnamen baru-baru ini karena reaksi

merugikan dari v4ks1nnnn c0v1d-1d10tttt.

Yang bersangkutan ini,telah menerima pakpuk dosis ke 3(booster)

.......................................

WAKE UP-PEOPLE!!

DON'T TAKE THE MARK OF THE BEAST!!"

Benarkah klaim Petenis Prancis Gael Monfils mundur dari turnamen karena reaksi merugikan vaksin booster? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

3 dari 5 halaman

Pesepak Bola Qatar Alami Serangan Jantung Setelah Divaksin Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video pesepak bola Qatar alami serangan jantung setelah vaksin Covid-19. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Januari 2022.

Unggahan klaim video pesepak bola Qatar alami serangan jantung setelah vaksin Covid-19 menampilkan pertandingan sepakbola pada detik 0.03 terlihat seprang berbaring di depan gawang.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"#COVIDVACCINEVICTIMS⚠️Pemain sepak bola dari Mali 🇲 🇱 divaksinasi 💉di Qatar 🇶🇦 dan terkena serangan jantung saat bermain di Qatar 🇶🇦"

Benarkah klaim video pesepak bola Qatar alami serangan jantung setelah vaksin Covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

4 dari 5 halaman

Atlet Olimpiade Swiss Menderita Miokarditis karena Vaksin Covid-19 Tiga Kali

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim atlet olimpiade Swiss Fabienne Schlumpf didiagnosis menderita miokarditis karena vaksin Covid-19 tiga kali. Klaim tersebut diunggah akun salah satu akun Facebook, pada 31 Januari 2022.

Klaim atlet olimpiade Swiss Fabienne Schlumpf didiagnosis menderita miokarditis karena vaksin Covid-19 tiga kali berupa tulisan sebagai berikut:

"#COVIDVACCINEVICTIMSAtlet Olimpiade Swiss divaksinasi Tiga kali berusia 31 tahun Fabienne Schlumpf didiagnosis menderita myocarditis"

Disertai dengan tautan sebagai berikut

"https://www.euroweeklynews.com/.../swiss-fabienne.../"

Benarkah klaim atlet olimpiade Swiss Fabienne Schlumpf didiagnosis menderita miokarditis karena vaksin Covid-19 tiga kali? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

5 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.