Sukses

Hoaks Terkini Seputar Cacar Monyet, Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta- Meningkatknya temuan kasus cacar monyet menimbulkan berbagai reaksi, bahkan muncul hoaks seputar momen tersebut yang menimbulkan kekhawatiran.

Agar tidak salah mempercayai hoaks, sebaiknya kita selektif terhadapat informasi yang didapat dengan memastikan terlebih dahulu kebenarannya.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar cacar monnyet hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Simak kumpulan hoaks seputar cacar monyet hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

AS Kirim Virus Cacar Monyet ke Asia Menggunakan Burung

Beredar di media sosial pesan berantai yang menyebut virus cacar monyet dikirim dari Amerika Serikat (AS) ke Asia menggunakan burung. Pesan berantai ini menyebar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 30 Juli 2022.

Berikut isi postingannya:

"Hai teman-teman. Di mana pun Anda berada, jika Anda melihat burung yang tidak bisa terbang, tidak bisa berjalan atau berjuang di tanah, jangan pernah menangkapnya, karena takut tertular cacar monyet. Komunitas terkait telah memberi tahu Anda, mohon diperhatikan. Ingat!Amerika Serikat dan negara-negara Barat menggunakan burung untuk membawa virus cacar monyet untuk menyebar ke wilayah Asia!Kakak saya mengirimnya dari Jerman dan meminta saya untuk segera memberi tahu keluarga… "

Lalu benarkah pesan berantai yang menyebut virus cacar monyet merupakan kiriman dari AS ke Asia menggunakan burung? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 4 halaman

Kandungan Adenovirus Simpanse di Vaksin AstraZeneca Sebabkan Cacar Monyet

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim cacar monyet disebabkan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena mengandung adenovirus simpanse. Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 11 Juni.

Klaim cacar monyet disebabkan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena mengandung adenovirus simpanse berupa foto tulisan yang mengulas vaksin AstraZeneca dan pada tulisan "chimpanzee adenovirus" ditandai dengan lingkaran merah.

Unggahan foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Mengingat cacar monyet, orang-orang ingat bahwa va*sin anti-coronavirus AstroZeneca mengandung adenovirus simpanse"

Benarkah klaim cacar monyet disebabkan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena mengandung adenovirus simpanse? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

 

3 dari 4 halaman

Bill Gates di Balik Merebaknya Penyakit Cacar Monyet

Kasus penyebaran cacar monyet (monkeypox) dilaporkan terus mengalami peningkatan di sejumlah negara. Berdarsarkan laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 5 Juni 2022 ada 780 kasus terkonfirmasi cacar monyet di 27 negara non-endemik.

WHO memprediksi bahwa mungkin saja kasus cacar monyet jumlahnya lebih dari itu mengingat keterbatasan informasi epidemiologis dan laboratorium yang terbatas di beberapa negara.

Di tengah merebaknya kasus cacar monyet, terdapat informasi yang menyebut bahwa pendiri Microsoft Bill Gates di balik merebaknya penyakit tersebut.

Informasi itu disebarkan salah satu akun Facebook pada 20 Mei 2022. Akun Facebook tersebut menyebut bahwa Bill Gates adalah penyebab dari merebaknya cacar monyet.

"Bill Gates is behind the Monkey Pox Outbreak

#BillGates

#monkeypox," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 2 kali dibagikan dan mendapat beberapa respons dari warganet.

Benarkah Bill Gates di balik merebaknya kasus cacar monyet di sejumlah negara? Simak dalam artikel berikut ini...

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.