Sukses

6 Hoaks Sepekan, dari Politik sampai Pengobatan Tradisional

Liputan6.com, Jakarta- Sebaran hoaks di media sosial terus berkembang bahkan sajiannya semakin beragam, sehingga harus diwaspadai agar kita tidak tersesat oleh informasi yang salah.

Untuk membantu masyarakat terhindari dari hoaks, Cek Fakta Liputan6.com pun telah melakukan penelusuran terhadap informasi viral yang beredar di media sosial dari seputar kesehatan hingga politik. Dari hasil penelusuran menunjukan sebagian informasi terbukti hoaks.

Keberadaan hoaks tersebut pun bisa menyesatkan pihak yang mudah mempercayainya, untuk itu kita perlu memastikan kebenaran informasi yang didapata agar tidak dirugikan karena mempercayai hoaks.

Kita pun bisa mememastikan sendiri informasi yang didapat benar atau hoaks, dengan mengikuti tips seperti yang ada di halaman berikut ini.

Berikut kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan.

1. Video Ini Jokowi Tunjuk Risma Gantikan Anies Baswedan

Sebuah video yang diklaim Presiden Jokowi menunjuk Menteri Sosial Tri Rismaharini menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 21 Mei 2022.

Gambar thumbnail dari video itu memperlihatkan Jokowi yang tengah memimpin upacara sumpah jabatan seorang pejabat. Terlihat sosok Risma yang mengenakan kebaya merah seolah-olah sedang diambil sumpah jabatannya. Kemudian, ada juga sosok Anies Baswedan yang tengah mengenakan setelan jas berwarna putih.

Sedangkan dalam video berdurasi 8:06 menit, berisi gabungan video aktivitas Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Basuki Tjahja Purnama. Narator dalam video itu membahas nama-nama kandidat yang dianggap layak menduduki posisi Pj Gubernur DKI Jakarta.

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar Jokowi resmi menunjuk Risma menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"ANIES RESMI DILENGSERKAN

JOKOWI TUNJUK RISMA GANTIKAN JABATANNYA"

"Berita Terbaru - Tepat Pada Hari ini, Jokowi Resmi Tunjuk Risma Gantikan Anies ?" tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 393 ribu kali ditonton dan mendapat 1.700 komentar warganet.

Benarkah Jokowi menunjuk Tri Rismaharini menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 

2. Wilayah Padang Bulan Medan Turun Salju

 Sebuah video yang diklaim kawasan Padang Bulan, Medan turun salju beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 25 Mei 2022.

Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan seorang pengendara merekam suasana jalan yang tertutup benda mirip salju. Si pengendara menyebut bahwa salju tengah turun di Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara.

"Salju di Padang Bulan," ucap si pengendara.

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa salju turun di Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara.

"Subananaallah kuasa allah yg terjdi di medan ini y loksh di Padang bulan ber tubi tubi bencna alan yg di beri kan banjir rob di semarang jawa tengah mari la kta ber do'a buat negara ini agar tdk ad lgi bencna alam ini wahai saudra ku sklian dan ber pikir fositif aj jngn yg aneh," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan salah satu akun Facebook telah 52 ribu kali dibagikan dan mendapat 96 komentar warganet.

Benarkah dalam video tersebut Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara turun salju? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Hoaks Berikutnya

2. Informasi Cek Gula Darah Gratis Menularkan Virus HIV/AIDS

Sebuah informasi yang diklaim cek gula darah gratis bertujuan menularkan virus HIV/AIDS beredar di media sosial. Informasi ini disebarkan salah satu akun Facebook pada 20 Mei 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi ajakan untuk mewaspadai kegiatan cek gula darah gratis, karena dapat menularkan virus HIV/AIDS. Bahkan pesan berantai itu mencatut nama Pangdam IX Udayana.

Berikut isinya:

"Assalamualaikum. Agar di WASPADAI!!!! ... Dan segera Melaporkan jika ada Org yg Mengaku dari Fakultas Kedokteran ingin Mengukur/Cek Gula darah atau Pengambilan Sample darah ... Gratis ... Segera TOLAK dan LAPORKAN...Waspada Dokter Palsu

Harap Kesedian anda untuk Bantu Menangkap Mereka dengan Cepat jika Anda menemui Orang-orang yang Berkunjung di depan pintu Anda dan Mereka mengatakan, Mereka berasal dari Fakultas Kedokteran untuk Bantu Mengukur Gula darah secara GRATIS,Segera Informasikan kepada POLISI karena ORANG-ORANG itu adalah Orang yg ingin MENGHANCURKAN INDONESIA.

Mereka Berkunjung Dari Rumah ke Rumah untuk Menyebarkan VIRUS AIDS melalui Alat Suntik yang Mereka bawa,Kabar ini Berkembang setelah *Warga Pasuruan, Jawa Timur* banyak yang terinfeksi Virus AIDS setelah mendapat Cek Gula Darah Gratis dr Org yang mengaku dari Fakultas Kedokteran.

Hal yang serupa pun terjadi di daerah Jogya,Ada beberapa Orang yang di duga Terinfeksi AIDS setelah melakukan Suntik Cek Gula darah untuk Tes Gula darah yang sama di lakukan oleh Orangyang mengaku berasal dari Fakultas Kedokteran.

Laporan Warga kepada Kantor ke Polisian pun makin Marak,Masyarakat di minta untuk lebih WASPADA dan segera MELAPOR kepada APARAT POLISI bila ada hal yang SAMA terjadi di Daerah Anda, agar Dapat segera di TANGKAP beserta Barang Buktinya ...

Dan ini sdh terjadi di *SDN PATAS Gerokgak Buleleng* . Tetapi Para Guru Curiga karena Mrk Memaksa utk Mengambil Darah, dgn Alasan Mengecek Darah Murid2.

Jangan LUPA segera minta KTP Mereka dan Laporkan secepatnya,Agar tidak timbul Korban lebih banyak lagi pada Anak2,Saudara,Sahabat,Org2 di sekitar Kita...

NB:

Bantu share...waspada🙏🙏🙏🙏

Mungkin sudah ada Info sama dengan hal ini.

Mohon maaf... Untuk lebih waspada.🙏🏿," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 5 kali dibagikan dan mendapat 17 respons dari warganet.

Benarkah informasi yang diklaim cek gula darah gratis bertujuan menularkan virus HIV AIDS? Simak hasil penelusurannya di sini.

 

4. Vaksin Covid-19 Membunuh Sistem Imun

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin Covid-19 membunuh sistem imun, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada2 April 2022.

Unggahan klaim vaksin Covid-19 membunuh sistem imun tersebut berupa tulisan "DR SHERRI TENPENNY: VAKSIN C0VID MEMBUNUH SISTEM IMUN"

Disertai dengan video unggahan TikTok disertai dengan tulisan.

"Dr. Sherri Tenpenny DO, AOBNMM, ABIHM drtenpenny.com"

Benarkah klaim vaksin Covid-19 membunuh sistem imun? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

3 dari 4 halaman

Hoaks Selanjutnya

5. Kunyit Putih hingga Gula Batu Bisa Sembuhkan Kanker

Kabar tentang menyembuhkan kanker dengan mengonsumsi kunyit putih hingga gula batu beredar di media sosial. Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook dan kembali ramai dibagikan pada 18 Mei 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi klaim kanker bisa disembuhknya dengan mengonsumsi berbagai bahan alami, mulai dari kunyit putih hingga gula batu.

"Jika ada anggota keluarga atau kenalan yang kena kanker dan sudah buntu jalan penyembuhan, tidak punya dana, sebaiknya pakai resep ini. Seorang pasien kanker bernama Ibu Carla yang sudah mulai disembuhkan yang menyebarkan resep ini & dia berkata, sering saya lihat orang CA meninggal bukan karena kankernya tapi karena effek samping kemo yang sangat keras membuat kondisi pasien menjadi tambah lemah setiap kali sehabis kemo. Sering yang sudah sembuh tulangnya menjadi osteoporosis atau rapuh (termasuk gigi) karena kerasnya radiasi/penyinaran juga obat-obatan kemo.

Berikut ini adalah obat kanker dari bahan alami yang bisa Anda buat sendiri di rumah.

Bahan-bahan:

1. 150 gr Kunyit Putih

2. 150 gr Kunyit Biasa

3. 250 gr Biang Kunyit

4. 25 gr Jahe Merah

5. 100gr Jahe

6. 125gr Temu Ireng

7. 125gr Temu Putih

8. 2-3bh Pinang Muda (hijau)

9. 15-21lbr daun sirih (jumlah tergantung besar kecil daun sirih)

10. 30 gr Asem Jawa

11. Gula Batu (sesuai selera)

Cara buat obatnya:

1) Bersihkan, sikat, cuci, lalu dikeprek bahan-bahan segarnya

2) Rebus dgn 3.5L air dalam panci khusus utk masak jamu/obat cina/enamel

3) Sampai tinggal 2L air

4) Diminum pagi - siang - malam seperti jamu/air biasa, 2L jatah minum utk 2 harisimpan d kulkas

5) Kalau pancinya kecil boleh direbus dgn 2 L air sampai 1 L utk 2 x rebus

Semoga Bermanfaat buat kita semua..," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 105 kali dibagikan dan mendapat 3.500 komentar warganet.

Benarkah kanker bisa disembuhknya dengan mengonsumsi berbagai bahan alami, mulai dari kunyit putih hingga gula batu? Simak hasil penelusurannya di sini.

 

6. Memijat Wajah dan Telinga Bisa Mengatasi Keterlambatan Bicara pada Anak

Klaim tentang memijat wajah dan telinga bisa mengatasi keterlambatan bicara pada anak beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 15 Mei 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah sebuah video berisi tata cara memijat wajah dan telinga yang diklaim bermanfaat mengatasi keterlambatan bicara pada anak.  

Video berdurasi 1 menit 39 detik itu, memperlihatkan seorang anak tengah dipijat di bagian wajahnya. Mulai dari dagu, hidung, pipi, hingga bagian telinga.

"Bagi yg punya anak

speech delay

atau mengalami keterlambatan berbicara..

silahkan di coba

pelan2 yah," tulis salah satu akun Facebook.

Video yang diunggah akun Facebook tersebut telah 3 juta kali ditonton dan mendapat 47 komentar warganet.

Benarkah memijat wajah dan telinga dapat mengatasi keterlambatan bicara pada anak? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.