Sukses

Kumpulan Hoaks Seputar Vaksin Covid-19, Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar vaksin Covid-19 masih beredar di media sosial, kabar ini pun menimbulkan keresahan bagi yang mempercayainya.

Untuk menghindari hoaks ada sejumlah cara, salah satunya adalah tidak langsung mempercayai informasi yang didapat sebelum memastikan kebenarannya telebih dahulu.

Selain itu kita juga bisa mendeteksi informasi yang didapat hoaks atau bukan, dengan cara seperti yang ada dalam halaman berikut ini.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar vaksin Covid-19 yang beredar di media sosial, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks seputar vaksin Covid-19.

1. Moderna Membuat Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Moderna membuat Covid-19. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 19 Maret 2022.

Klaim Moderna membuat Covid-19 berupa tulisan yang mencantumkan tautan situs The Expose News sebagai berikut.

"💥 Bukti lengkap Moderna membuat Covid-19💥

https://dailyexpose.uk/.../exhaustive-proof-moderna-made.../@inapatriot

Covid-19 adalah virus buatan manusia, dan Moderna Inc., perusahaan farmasi dan bioteknologi Amerika yang telah menghasilkan miliaran dolar melalui penjualan injeksi Covid-19 eksperimental, bertanggung jawab untuk menciptakannya. Tidak percaya kami? Kemudian baca bukti lengkap di bawah ini dan periksa sendiri.

Via: The Expose News"

Benarkah klaim Moderna membuat Covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Berikutnya

2. Orang yang Tidak Divaksin Lebih Sehat Dibanding Divaksin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim orang yang tidak divaksin lebih sehat ketimbang yang divaksin. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 April 2022.

Unggahan klaim orang yang tidak divaksin lebih sehat ketimbang yang divaksin, berupa tangkapan layar dengan tulisan sebagi berikut.

"BIG Study finds unvaccinated are heal thier than vaccinated"

Benarkah klaim orang yang tidak divaksin lebih sehat ketimbang yang divaksin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

3. Anggota Polisi Kendari Meninggal saat Pengamanan Demo karena KIPI Vaksin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim anggota Polisi yang melakukan pengamanan demo di Kendari meninggal karena KIPI vaksin. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 April 2022.

Klaim anggota Polisi yang melakukan pengamanan demo di Kendari meninggal karena KIPI vaksin, berupa tangkapan layar artikel berjudul "Seorang Anggota Polisi Meninggal Dunia Saat Pengamanan Demo di Kendari" yang dimuat situs sultranesia.id.

Pada unggahan tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.

"Yang nanti jadi kambing hitam pasti demonstran padahal dia sesak nafas dan lemah lalu meninggal pasti karena efek samping enjusss"

Unggahan tersebut diberi ketersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Murni sesak yaa... KIPI bukan krn Demo yaa... ntar di bikin2 Alasan kriminalisasi demoo".

Benarkah klaim anggota Polisi yang melakukan pengamanan demo di Kendari meninggal karena KIPI vaksin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.