Sukses

Hoaks Terkini Seputar IKN, dari Penghuni WNA China sampai Dana Haji

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar Ibu Kota Negara (IKN) baru beredar di media sosial dengan beragam isu, namun sebaiknya sebelum mempercayainya kita perlu memastikan kebenaran kabar tersebut.

Hal tersebut merupakan salah satu untuk menghindari hoaks. Selain itu kita juga bisa mendeteksi informasi yang didapat hoaks atau bukan, dengan cara seperti yang ada dalam halaman berikut ini.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri informasi terkini seputar IKN dari yang berbentuk video hingga tulisan, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks terkini seputar IKN.

1. Video WN China Calon Penghuni IKN Mulai Berdatangan

Sebuah video yang diklaim Warga Negara (WN) China calon penghuni Ibu Kota Negara (IKN) mulai berdatangan beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 4 Mei 2022.

Video berdurasi 44 detik itu memperlihatkan suasana di dalam sebuah maskapai penerbangan. Kursi pesawat tampak dipenuhi para penumpang. Para penumpang terlihat didominiasi laki-laki.

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar WN China calon IKN Nusantara mulai berdatangan ke Indonesia.

"Warga negara asing WNA dari China calon penghuni IKN sudah mulai berdatangan .mempergunakan Tradisi pakaian adat Dayak Kalimantan.semogah tragedi MANGKOK MERAH jilid 2 akan terjadi," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 231 kali ditonton dan mendapat 143 komentar warganet.

Benarkah dalam video itu WN China calon penghuni IKN mulai berdatangan? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Hoaks Berikutnya

2. Menag Yaqut Sebut Haji Dibatalkan dan Dananya Dipakai Bangun IKN

 Kabar tentang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membatalkan haji dan dananya dipakai untuk membangun Ibu Kota Negara atau  IKN Nusantara beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun akun Facebook pada 30 Maret 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah gambar tangkapan layar artikel yang diklaim dari merdeka.com berjudul "Menag Yaqut: Haji dibatalkan dulu tahun ini uangnya dipakai untuk bangun IKN Nusantara".

"Menteri akhir zaman.!!" tulis akun salah satu Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook telah 36 kali dibagikan dan mendapat 113 komentar warganet.

Benarkah Menag Yaqut membatalkan haji dan dananya dipakai untuk membangun IKN Nusantara? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

3 dari 4 halaman

Hoaks Seputar IKN Selanjutnya

3. Judul Artikel Merdeka.com "Ma'ruf: Uang Haji Dipakai Dulu Untuk Bangun IKN dan Infrastruktur"

Beredar di media sosial postingan judul artikel berita dari Merdeka.com berjudul "Ma'ruf: uang haji dipakai dulu untuk bangun IKN dan infrastruktur". Postingan itu ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 30 Maret 2022.

Dalam postingannya terdapat postingan judul artikel berita dari Merdeka.com berjudul "Ma'ruf: uang haji dipakai dulu untuk bangun IKN dan infrastruktur".

Akun itu juga menambahkan narasi:

"Pertanyaan sy,,knp selalu dana umat islam yg jd sasaran??dn mhn maap tdk pernah mengutak atik dana umat agama lain??"

Lalu benarkah postingan judul berita dari Merdeka.com berjudul "Ma'ruf: uang haji dipakai dulu untuk bangun IKN dan infrastruktur"? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.