Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Penyebaran Varian Omicron Lebih Cepat dari Jadwal

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim penyebaran Covid-19 varian Omicron lebih cepat dari jadwal Mei 2022. Informasi tersebut diunggah oleh salah satu pengguna Facebook, pada 3 Desember 2021.

Unggahan klaim penyebaran Covid-19 varian Omicron lebih cepat dari jadwal jadwal Mei 2022, untuk Omicron lebih cepat dari Mei 2021 berupa foto dua tabel, tabel pertama berisikan daftar varian Covid-19 dan tabel ke dua berisikan keterangan bulan dan tahun. Pada varian Omicron dan keterangan waktu yang sejajar diberi tanda garis merah.

Pada bagian samping tabel terdapat logo Johns Hopkins University, World Economic Forum dan WHO. Pada sisi bawah tabel terdapat keterangan berikut:

"Every thing is pre planed. The only mistake is thad this varian comes six month before actualy it's plane in may 2022"

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Seperti mereka bilang, bahwa Agenda mereka Sangat Sukses, Melampaui Expectasi mereka.So, Dipercepat saja.".

Benarkah klaim penyebaran Covid-19 varian Omicron lebih cepat dari jadwal Mei 2022? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim penyebaran Covid-19 varian Omicron lebih cepat dari jadwal Mei 2022 menggunakan Google Search dengan kata kunci 'schedule of release’ dates for covid-19 variants'. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Fact Check-Bogus document claims to show ‘release dates’ of COVID-19 variants" yang dimuat situs reuters.com pada Agustus 2021.

Situs reuters.com menyebutkan, dokumen itu tidak dikeluarkan oleh badan mana pun yang terdaftar. Dihubungi oleh juru bicara untuk WEF, WHO dan Yayasan Bill dan Melinda Gates semuanya mengkonfirmasi bahwa dokumen ini tidak terkait dengan organisasi mereka.

"Ini adalah dokumen palsu dan tidak ada hubungannya dengan World Economic Forum," Peter Vanham, Kepala Komunikasi di Kantor Ketua Forum Ekonomi Dunia, mengatakan kepada Reuters melalui email.

“Klaim itu palsu. Kami tidak tahu apa-apa tentang meja atau asal-usulnya.” Bill and Melinda Gates Foundation mengatakan kepada Reuters. Seorang juru bicara WHO juga mengkonfirmasi: “ini bukan  dokumen WHO.”

Tidak ada bukti bahwa varian Covid-19 sedang dijadwalkan, seperti yang diklaim oleh unggahan.

Dalam artikel The Conversation ( di sini ), Ed Feil Profesor Evolusi Mikroba di The Milner Center for Evolution di University of Bath memaparkan tantangan untuk memahami bagaimana virus dapat berevolusi.

“Prediksi tentang perjalanan evolusi virus, dan khususnya perubahan virulensi, akan selalu penuh dengan ketidakpastian,” tulisnya, juga mencatat bahwa “konsep evolusi yang mapan, dikombinasikan dengan banyak data dari virus itu sendiri, setidaknya dapat memberikan beberapa petunjuk.” 

Dalam artikel berjudul "Schedule of ‘planned COVID-19 variants’ is fake" yang dimuat situs apnews.com, pada 29 Juli 2021.  Dr. Christopher Murray, peneliti kesehatan masyarakat dan direktur Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington menyatakan, mustahil untuk memprediksi dengan pasti kapan varian akan muncul dalam populasi.

Sangat menantang untuk memprediksi kapan varian serius lain akan muncul atau berapa banyak yang akan mempengaruhi populasi di tahun-tahun mendatang, kata Murray.

Sejauh ini, kata Murray, peneliti mengetahui tentang empat varian serius yang beredar di populasi global. Itu setelah sekitar 2 miliar kasus COVID-19 telah diidentifikasi di seluruh dunia. Dengan informasi itu, kata Murray, perkiraan terbaiknya adalah bahwa varian serius baru akan muncul setiap 500 juta infeksi. Namun, katanya, "mustahil" untuk mengetahui dengan pasti.

“Itu tebakan liar yang gila, tetapi itulah yang kami amati,” kata Murray. “Tujuan memprediksi evolusi berikutnya cukup sulit,” kata Murray.

Associated Press mengonfirmasi World Economic Forum dan Yayasan Bill dan Melinda Gates tentang tabel tersebut, keduanya menanggapi menyatakan bahwa dokumen itu tidak nyata.

Sumber:

https://www.reuters.com/article/factcheck-variants-chart-idUSL1N2P91AX

https://apnews.com/article/fact-checking-984062821125

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com,  klaim penyebaran Covid-19 varian Omicron lebih cepat dari jadwal Mei 2022 tidak benar.

WHO dan World Economic Forum menyatakan tidak mengeluarkan tabel jadwal tersebut,  sejumlah ahli pun menyatakan waktu kemunculan varian Covid-19 sulit diprediksi.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.