Sukses

Menkominfo: Jangan Sampai Diadu Domba oleh Berita Hoaks

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate mengingatkan, agar ruang digital tidak digunakan serampangan, contohnya melakukan perbuatan ilegal seperti menyebarkan konten hoaks, radikalisme, terorisme, dan pornografi.

"Jangan sampai kita diadu domba dalam bentuk berita-berita bohong, hoaks, misinformasi, disinformasi, dan malinformasi," kata Johnny dikutip dari Antara, Rabu Kamis (9/12/2021).

Menurut Johnny, sektor komunikasi dan informasi di Indonesia mengalami pertumbuhan selama pandemi virus corona ketika sektor lain, termasuk perekonomian, mengalami kontraksi. Pertumbuhan ini juga disokong ekosistem digital di Indonesia yang sedang berkembang pesat.

Karena itu, Johnny pun mendukung upaya sektor swasta untuk meningkatkan pemanfaatan ruang digital dengan baik. 

"Indonesia begitu berkembang. Saya memberikan gambaran bahwa pertumbuhan dan perkembangan digital economy Indonesia luar biasa," kata Johnny.

Pemerintah sudah membuat Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024, berisi agenda percepatan transformasi digital serta panduan bagi pemerintah pusat dan daerah maupun mitra kerja untuk membangun infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.

"Empat sektor strategis ini hanya dapat bertumbuh dan berkembang apabila ICT deployment-nya berjalan dengan baik. Kita perlu menyelesaikan seluruh pembangunan infrastruktur TIK di Indonesia. Saat ini kita menetapkan ICT berbasis 4G Connectivity. Konektivitas teknologi komunikasi 4G sebagai backbone atau tulang punggung," tutur Johnny.

Pemerintah berupaya menambah pembangunan infrastruktur TIK melalui pembangunan jaringan microwave-link, satelit, middle-mile untuk menghubungkan titik-titik yang belum terhubung dan penggelaran jaringan the last-mile base transceiver station (BTS) di seluruh tanah air.

Selain membangun infrastruktur fisik, Kominfo juga membangun ekosistem digital yang aman, sehat dan berdaulat dengan mengupayakan kebijakan dalam pengembangan teknologi.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.