Sukses

MPR RI Sebut Hoaks Sebagai Dampak Negatif Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyebut masyarakat harus mewaspadai informasi yang beredar di media sosial. Pasalnya jika tidak waspada maka akan membuat penyebaran hoaks atau informasi palsu semakin meluas.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, Budi Muliawan. Ia menyebut berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika terdapat 800 ribu situs di Indonesia terindikasi sebagai penyebar hoaks.

Itu sebabnya perlu antisipasi dari masyarakat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Terlebih jika menerima informasi itu dari media sosial maupun aplikasi percakapan.

"Salah satu dampak negatif media sosial adalah penyebaran berita bohong atau informasi hoaks. Jika tidak hati-hati maka akan ada poten si besar penyebarluasan informasi tidak benar," ujar Budi dilansir Antara.

"Hoaks adalah tantangan terbesar masyarakat saat ini. Survei Katadata Insight Center dan Kominfo serta Siberkreasi mengungkapkan 30 hingga 60 persen orang Indonesia terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi di dunia maya."

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.