Sukses

Pemerhati Imunisasi Ajak Warga Ikut Program Vaksinasi dan Lawan Hoaks Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Pemerhati imunisasi dr Juliasari Sundoro menyebut bahwa hoaks mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19. Bahkan, kata dia, hoaks juga menyebabkan orang menjadi enggan dan takut divaksinasi. 

"Orang yang ragu dengan vaksin jika mendengar hoaks itu akan percaya. Hoaks ini juga akan berpengaruh terhadap program imunisasi lainnya tidak hanya Covid-19," kata Juliasari, dilansir dari Antara, Sabtu (5/6/2021).

Juliasari menambahkan, agar tidak termakan hoaks, masyarakat diminta tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar. Jika ragu maka wajib dilakukan cek ulang.

Penjelasan bisa didapat dari institusi yang kredibel dan dapat dipercaya misalnya Kementerian Kesehatan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) atau juga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Cara menangkal disinformasi, kita harus lihat siapa yang buat, sumber berita juga dilihat, jangan cepat-cepat di-share karena belum tentu benar, cek dulu ke institusi resmi dan kredibel," ucap Juliasari.

Ia juga mengingatkan, agar warganet jangan membuat berita hoaks yang akan menyesatkan dan membuat masyarakat cemas.

Justru, warganet harus menyebarkan informasi yang edukatif, contohnya pentingnya vaksinasi bagi orang lanjut usia (lansia). 

Terakhir, Juliasari juga mengajak, masyarakat untuk memberikan edukasi kepada para lansia terkait vaksinasi Covid-19.

"Mari semua masyarakat agar memberikan edukasi kepada lansia, membantu mendaftarkan, bila ada kesempatan menjemput dan mengantarkan mereka vaksinasi. Karena lansia itu rentan, mereka perlu divaksinasi agar terlindungi," tutup Juliasari.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: