Sukses

Simak Hoaks Seputar Vaksin Covid-19

Liputan6.com, Jakarta- Informasi hoaks seputar vaksin Covid-19 yang beredar di media sosial menimbulkan kekhawatiran, kondisi ini akan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penangkal Covid-19 tersebut.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah klaim tentang vaksin Covid-19, hasilnya informasi yang disajikan tersebut terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks seputar vaksin Covid-19 hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. RS Hermina Kemayoran Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat Umum

Beredar melalui pesan berantai informasi yang menyebut RS Hermina Kemayoran membuka pendaftaran vaksinasi covid-19 untuk masyarakat umum. Pesan berantai itu ramai disebarkan sejak akhir pekan ini.

Dalam pesan berantai berisi narasi sebagai berikut:

"Dibuka kesempatan mendapatkan vaksinasi covid bagi yang berumur 18-59 tahun di RS Hermina Kemayoran mulai jam 08.00-14.00. Bawa KTP DKI. Ini linknya untuk daftar, pedulilindungi.id/register"

Benarkah RS Hermina Kemayoran Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat Umum? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputantan6.com, RS Hermina Kemayoran Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat Umum tidak benar. 

Informasi tersebut telah dibantah pihak RS Hermina Kemayoran.

 

2. Daftar Dokter Meninggal Dunia Walau Sudah Divaksin Covid-19

Beredar di aplikasi percakapan dan pesan berantai pesan berantai berisi daftar dokter yang meninggal dunia dalam waktu bersamaan meski sudah divaksin covid-19. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mengunggahnya adalah akun bernama Duri Riau. Ia mempostingnya di Facebook pada 5 Mei 2021.

Berikut isi pesan berantainya:

"Breaking News

Indonesia berduka

Telah berpulang :

1. dr.Felicia Tanzil, SpKFR (Majalengka)

2.Dr.Ananto Prasetya Hadi(Ka Humas RSCM).

2. Dr. Fuad Mahfuzd, Sp. THT.

3. Kol Ckm Dr. Sjahruddin, Sp. THT-KL .

4. Dr.Oki Alfian bin H.Alamsyah.

5. Dr.Dharma Widya ( Direktur RSUD Aceh Timur )

6. Dr. Gatot Soeryo Koesumo, PFK, MM ( Direktur RS Aulia Jagakarsa) , Jakarta

7. dr. Wahyuning Saraswati ( Bogor)

8. dr Redy ( WaDir RSUD Banjar)

9. Prof.dr Dadang Hawari SpKJ( K)

10. Kol.CKM DR Is Priyadi (16.38) di RSPAD. Alumnus FK UNAIR 84.

Padahal mereka sdh melakukan Vaksin

Dalam waktu 24 jam, Indonesia kehilangan 10 Dokter karena COVID-19. Sungguh kehilangan besar bagi bangsa Indonesia."

Ia juga menambahkan narasi: "GARA2 WAJIB PROYEK VAKSIN COVID SIAPA YANG TANGGUNG JAWAB"

Lalu benarkah pesan berantai yang berisi daftar dokter yang meninggal dunia dalam waktu bersamaan meski sudah divaksin covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai yang berisi daftar dokter yang meninggal dunia dalam waktu bersamaan meski sudah divaksin adalah tidak benar. Faktanya dokter yang meninggal dunia tidak dalam waktu bersamaan dan semuanya belum mendapat vaksin covid-19.

 

3. Vaksin Covid-19 Pfizer Bakal Ditambah Chip Microsoft untuk Kurangi Gejala

Beredar di media sosial postingan terkait vaksin covid-19 buatan Pfizer akan diupgrade dengan memasangkan chip dari Microsoft untuk mengurangi gejala. Postingan itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Karon LeMay Holley. Dia mengunggahnya di Facebook pada 25 April 2021.

Dalam postingannya terdapat potongan judul artikel berita "Pfizer Announces COVID-19 Vaccine Upgrade, Now Includes Microsoft Chip For Reduced Symptoms".

Atau dalam Bahasa Indonesia "Pfizer Mengumumkan Peningkatan Vaksin COVID-19, Sekarang Termasuk Chip Microsoft Untuk Mengurangi Gejala"

Lalu benarkah vaksin covid-19 buatan Pfizer akan diupgrade dengan memasangkan chip dari Microsoft untuk mengurangi gejala? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang menyebut vaksin covid-19 buatan Pfizer akan diupgrade dengan memasangkan chip dari Microsoft untuk mengurangi gejala adalah hoaks.

  

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut