Sukses

Gagal Kendalikan Hoaks Dituding Jadi Penyebab Kasus Covid-19 di India Melonjak

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks disebut menjadi salah satu pemicu tingginya jumlah kasus covid-19 di India belakangan ini. Hal ini disampaikan oleh Shakuntala Banaji, Profesor Media, Kultur dan Perubahan Sosial di London School of Economics (LSE).

Banaji menyebut upaya Pemerintah dan juga platform media sosial belum cukup membendung hoaks di masyarakat. Akibatnya pun fatal karena India mengalami lonjakan kasus covid-19 yang luar biasa.

Dilansir dari WorldOMeters, India mencatatkan 18.376.524 kasus covid-19 hingga Kamis (29/4/2021). Sementara jumlah orang yang meninggal dunia mencapai 204.832 orang.

"Upaya yang dilakukan oleh platform media sosial tidak cukup. Ratusan anggota dari grup Whatsapp menyebar informasi yang salah atau hoaks seputar covid-19," ujar Banaji dilansir BBC.

"Yang saya lihat penyebar hoaks ini dibayar, mereka masuk ke grup-grup Whatsapp dan menyebarkan materi kebencian dan materi kebohongan. Mereka meracuni ruang publik," ujarnya menambahkan.

"Jadi saya pikir ini adalah kegagalan moral dan kegagalan politik yang nyata dari pihak platform untuk mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengendalikan ini."

#IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: