Sukses

Lawan Hoaks, Kominfo Gencarkan Literasi Gigital

Liputan6.com, Jakarta - Program gerakan nasional literasi digital yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) makin gencar digulirkan. Hal ini diungkap langsung oleh Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Donny Budi Utoyo dalam sebuah diskusi virtual, "Hoaks Dilawan Jangan Dibiarkan", Selasa (30/3/2021).

Saat ini pihak dari Kominfo tengah merancang program untuk turun langsung ke daerah-daerah dengan tujuan memberikan edukasi terkait penanganan hoaks. Kominfo sendiri menargetkan pada 2022, 12,5 juta orang sudah mendapatkan pemahaman literasi digital penanganan hoaks.

“Sekarang secara bertahap, dengan protokol kesehatan memungkinkan pertemuan tatap muka dengan menjaga jarak, memakai masker, dan lainnya. Maka sekarang kita sudah mulai merancang untuk bertemu dengan masyarakat di wilayah-wilayah melakukan edukasi tatap muka” kata Donny, dilansir Antara.

Tidak hanya memberikan literasi digital, Kominfo juga akan membangun koordinasi dengan pihak terkait. Ini akan berguna jika ada hoaks baru yang menyebar, Kominfo dapat langsung melakukan diskusi dengan pihak terkait dan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.

 

2 dari 4 halaman

Koordinasi

Kominfo akan berkoordinasi antara lain dengan Kementerian Kesehatan, Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

“Kalau ada hoaks baru muncul, langsung didiskusikan. Klarifikasinya seperti apa? Kita coba carikan sumbernya secara cepat. Begitu ada bahwa ini hoaks, sudah legitimate ini hoaks, akan dimintakan stempel. Stempel itu apakah dari Kominfo, atau Mafindo. Setelah ada stempel hoaks lalu didistribusikan melalui berbagai saluran termasuk media massa,” Donny menjelaskan.

Terakhir, Donny juga kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu cermat dan bijak dalam menerima suatu informasi. Jika menerima informasi tertentu, ada kalanya diperiksa terlebih dahulu sebelum disebarkan kembali.

Jika tidak yakin akan kebenarannya lebih baik tidak disebarluaskan. Tidak menyebarluaskan suatu informasi yang tidak diyakini merupakan langkah dasar untuk melawan hoaks.

(MG/Retno Dwi Marcelina)

3 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini