Sukses

Hoaks Efek Samping Vaksin Covid-19 Bermunculan, Simak Penjelasan Pakar

Liputan6.com, Jakarta - Efek samping vaksin Covid-19 masih menjadi kekhawatiran masyarakat terhadap program vaksinasi yang sedang dilakukan, hal ini diperparah dengan beredarnya hoaks yang menakutkan.

Vaksinolog sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dirga Sakti Rambe, M. Sc, Sp.PD mengatakan, ada konsekuensi yang didapat dari setiap penggunaan produk medis seperti obat dan vaksin, keduanya akan menimbulkan efek samping dan manfaat.

"Seperti manfaat vaksin membuat kabal, kalau pun kena Covid dia tidak kena Covid yaang berat itu manfaat vaksin," kata Dirga, dalam Virtual Class, Kenali Vaksin Covid-19, Jangan Tersesat Hoaks, di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Menurut Dirga, vaksin Covid-19 Sinovac yang digunakan saat ini berasal dari virus yang sudah mati, setelah vaksin disuntikkan maka ada pengenalan tubuh terhadap vaksin.

Kondisi ini menimbulkan berbagai dampak ringan, seperti lemas, demam dan mengantuk. Namun, dampak tersebut dialami sebagian kecil orang yang divaksin Covid-19. Berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan sebelum program vaksinasi efek samping tersebut aman.

"Semua produk kedokteran punya efek samping, itu namanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), itu mayoritas reaksi lokal seperti kemerahan dibekas suntikan, sebgaian kecil deman dan ngantuk," jelasnya.

Dirga mengungkapkan, meski menimbulkan efek samping, vaksin Sinovac yang digunakan saat ini aman untuk disuntikkan.

Vaksin asal China tersebut memiliki kadar efek samping 0,1 sampai 1 persen, sedangkan vaksin Moderna memiliki kadar efek samping hingga 4 persen. Efek samping tersebut masih dalam ambang batas yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Jadi prinsipnya semua vaksin dapat izin penggunaan dari regulator, di Indonesia ada BPOM. Itu semua aman dan efektif memenuhi standar batas," Dirga mengakhiri.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut