Sukses

Agar Tak Jadi Korban Hoaks, Simak Fakta Seputar Vaksin Covid-19

Liputan6.com, Jakarta- Informasi hoaks seputar vaksin Covid-19 beredar di dunia nyata dan maya, informasi palsu tentang vaksin ini menimbulkan kekhawatiran sehingga membuat yang percarya terhadap informasi tersebut enggan divaksin.

Untuk membentengi dari serangan informasi hoaks seputar vaksin Covid-19 kita perlu meningkatkan wawasan informasi tentang vaksin Covid-19.

Dikutip dari cdc.gov, simak sejumlah fakta seputar vaksin Covid-19:

Bisakah vaksin Covid-19 membuat saya sakit karena Covid-19?

Tidak. Tidak ada vaksin Covid-19 yang resmi dan direkomendasikan atau vaksin Covid-19 yang saat ini dikembangkan yang mengandung virus hidup sehingga menyebabkan tertular Covid-19. Artinya, vaksin Covid-19 tidak dapat membuat Anda sakit Covid-19.

Ada beberapa jenis vaksin yang sedang dikembangkan. Semuanya mengajarkan sistem kekebalan kita bagaimana mengenali dan melawan virus yang menyebabkan Covid-19. Terkadang proses ini bisa menimbulkan gejala, seperti demam. Gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus penyebab Covid-19. Pelajari lebih lanjut tentang cara kerja vaksin Covid-19.

Biasanya dibutuhkan waktu beberapa minggu bagi tubuh untuk membangun kekebalan (perlindungan terhadap virus yang menyebabkan Covid-19) setelah vaksinasi. Artinya, ada kemungkinan seseorang terinfeksi virus yang menyebabkan Covid-19 sebelum atau setelah vaksinasi dan tetap sakit. Ini karena vaksin belum punya cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Setelah mendapatkan vaksin Covid-19, apakah saya dinyatakan positif Covid-19 pada tes virus?

Tidak. Baik vaksin yang diizinkan dan direkomendasikan baru-baru ini maupun vaksin Covid-19 lain yang saat ini dalam uji klinis di Amerika Serikat tidak dapat menyebabkan Anda dites positif pada tes virus, yang digunakan untuk melihat apakah Anda sedang terinfeksi.

Jika tubuh Anda mengembangkan respons imun tujuan vaksinasi, ada kemungkinan Anda dites positif pada beberapa tes antibodi. Tes antibodi menunjukkan Anda pernah mengalami infeksi sebelumnya dan bahwa Anda mungkin memiliki tingkat perlindungan tertentu terhadap virus. Para ahli saat ini sedang melihat bagaimana vaksinasi Covid-19 dapat memengaruhi hasil pengujian antibodi.

 

Akankah vaksinasi Covid-19 melindungi saya dari penyakit Covid-19?

Iya. Vaksinasi Covid-19 bekerja dengan mengajarkan sistem kekebalan Anda bagaimana mengenali dan melawan virus yang menyebabkan Covid-19, dan ini melindungi Anda dari penyakit Covid-19.

Terlindung dari sakit itu penting karena meskipun banyak orang dengan Covid-19 hanya menderita penyakit ringan, orang lain mungkin menderita penyakit parah, memiliki efek kesehatan jangka panjang, atau bahkan meninggal. Tidak ada cara untuk mengetahui bagaimana Covid-19 akan memengaruhi Anda, bahkan jika Anda tidak memiliki peningkatan risiko komplikasi yang parah. Pelajari lebih lanjut tentang cara kerja vaksin Covid-19.

Akankah vaksin Covid-19 mengubah DNA saya?

Tidak. Vaksin mRNA Covid-19 tidak mengubah atau berinteraksi dengan DNA Anda dengan cara apa pun. Vaksin RNA Messenger  juga disebut vaksin mRNA  adalah vaksin Covid-19 pertama yang diizinkan untuk digunakan di Amerika Serikat. Vaksin mRNA mengajarkan sel kita bagaimana membuat protein yang memicu respon imun. MRNA dari vaksin COVID-19 tidak pernah memasuki inti sel, di mana DNA kita disimpan.

Ini berarti mRNA tidak dapat memengaruhi atau berinteraksi dengan DNA kita dengan cara apa pun. Sebaliknya, vaksin mRNA Covid-19 bekerja dengan pertahanan alami tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap penyakit dengan aman.

Di akhir proses, tubuh kita telah belajar bagaimana melindungi dari infeksi di masa depan. Respon kekebalan dan pembuatan antibodi itulah yang melindungi kita dari infeksi jika virus yang sebenarnya memasuki tubuh kita.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut