Sukses

Tips dari Facebook, Simak Cara Mengenali Berita Palsu

Liputan6.com, Jakarta- Facebook tidak hanya berkomitmen untuk menekan penyebaran berita palsu, tetapi juga menghapus akun palsu dan memutus insentif ekonomi bagi para penyebar misinformasi. Selain itu, untuk mengidentifikasi berita yang mungkin palsu.

Facebookpun bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga independen, berita yang dinilai palsu oleh pemeriksa fakta tersebut akan ditampilkan di posisi bawah di Kabar Beranda. Distribusi halaman atau domain yang berulang kali membuat atau menyebarkan misinformasi akan dibatasi secara signifikan. Selain itu, hak iklannya juga akan dihapus.

Seiring dengan usaha untuk membatasi penyebarannya berita, berikut adalah beberapa tips dari Facebook untuk mengenalinya:

1. Jangan langsung percaya dengan judul.

Kabar berita palsu sering menampilkan judul menarik, ditulis dalam huruf kapital, dan diakhiri dengan tanda seru. Jika klaim berlebihan dalam judul tampak meragukan, berarti kemungkinan itu berita palsu.

2. Cermati tautannya.

Tautan palsu atau yang dibuat mirip aslinya dapat mengindikasikan bahwa berita itu palsu. Banyak situs berita palsu meniru situs berita resmi dengan sedikit mengubah tautannya. Buka situs tersebut untuk membandingkan tautannya dengan sumber tepercaya.

3. Selidiki sumbernya.

Pastikan berita tersebut ditulis oleh sumber yang Anda percayai dan beritanya terkenal akurat. Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca bagian "Tentang" di situs mereka untuk mendapatkan informasi lengkap.

4. Amati jika ada format beritanya tidak wajar.

Banyak situs berita palsu yang dalam beritanya banyak ditemui kesalahan eja atau tata letak yang janggal. Baca dengan saksama jika ada kesalahan tersebut dalam kontennya.

5. Cek fotonya.

Kabar berita palsu sering kali menampilkan gambar atau video editan. Terkadang foto tersebut memang autentik, tetapi konteksnya berbeda. Anda dapat menelusuri foto atau gambar tersebut untuk mencari tahu asalnya.

6. Periksa tanggalnya.

Dalam kabar berita palsu, kronologinya sering kali tidak masuk akal atau tanggal peristiwanya sudah diubah.

7. Periksa buktinya.

Periksalah sumber yang dicantumkan oleh penulis untuk mengonfirmasi keakuratannya. Beberapa indikasi kabar berita palsu adalah kurangnya bukti atau mengandalkan klaim ahli yang namanya tidak dicantumkan.

8. Bandingkan dengan laporan lain.

Jika tidak ada sumber berita lain yang melaporkan berita yang sama, berarti berita tersebut palsu. Sebaliknya, jika berita tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang Anda percayai, berarti berita tersebut valid.

9. Apakah berita tersebut hanya lelucon?

Terkadang kabar berita palsu sulit dibedakan dengan humor atau satir. Cek apakah sumbernya memang biasa menyajikan konten parodi, dan apakah detail berita dan nadanya mengindikasikan bahwa berita tersebut hanya lelucon belaka.

10. Beberapa berita memang sengaja dipalsukan.

Berpikirlah secara kritis tentang berita yang Anda baca dan hanya bagikan berita yang benar-benar valid. 

 

 

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.