Sukses

Facebook Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Lawan Hoaks dan Ujaran Kebencian

Liputan6.com, Jakarta - Platform media sosial, Facebook akan menggunakan kecerdasaan buatan untuk menindak konten berbahaya dan melanggar ketentuan. Di antaranya konten yang berisi ujaran kebencian dan hoaks.

Manajer Produk Facebook Ryan Barnes mengatakan, langkah ini diambil untuk memprioritaskan konten yang dilaporkan, dan prioritas ini penting untuk membantu lebih dari 15.000 peninjau.

"Kami telah beralih dari hanya meninjau hal-hal secara kronologis menjadi menggunakan AI untuk membantu kami memprioritaskan apa yang kami ulas. Kami telah melihat tingkat keparahan yang telah menjadi faktor dalam prioritas kami, tetapi sekarang kami memiliki faktor lain seperti viralitas, keparahan dan kemungkinan pelanggaran," kata Barnes seperti dilansir dari indiatimes.com, Rabu (18/11/2020).

Barnes yakin dengan kecerdasan buatan dapat menindaklanjuti laporan lebih cepat. Menurut Barnes, lebih dari 95 persen konten semacam itu terlihat oleh teknologi perusahaan sebelum ada yang melaporkannya ke Facebook.

"Kami menyadari ini adalah masalah penting, dan kami sebenarnya berpikir bahwa teknologi AI dapat membantu dalam hal bagaimana kami menentukan apakah suatu konten memerlukan moderasi manusia, tergantung pada seberapa viral konten tersebut atau seberapa parah konten tersebut atau kemungkinan pelanggarannya," ucap Barnes.

 

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: