Sukses

Dianggap Sebarkan Misinformasi, Facebook Tutup Akun Partai Politik di Selandia Baru

Liputan6.com, Jakarta - Facebook menutup akun milik Advance NZ, partai politik di Selandia Baru, dua hari menjelang pemilu 17 Oktober 2020.

Berdasarkan keterangan pihak Facebook, Laman Advance NZ, dianggap telah melakukan pelanggaran berulang atas kebijakan misinformasi Facebook tentang virus corona.

"Kami tidak mengizinkan siapa pun untuk berbagi informasi yang salah di platform kami tentang Covid-19 yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dalam waktu dekat," kata juru bicara Facebook seperti dilansir dari nzherald.co.nz, Jumat (16/10/2020).

"Kami menghapus Halaman Facebook Advance New Zealand / New Zealand Public Party karena pelanggaran berulang terhadap kebijakan ini," sambung dia.

Sementara Wakil Pemimpin Partai Advance NZ, Billy Te Kahika mengatakan, keputusan Facebook yang menutup akun partainya merupakan bentuk campur tangan pada pemilu. Ia juga menyerukan penyelidikan atas perilaku raksasa media sosial itu.

"Advance NZ dengan berani mempertanyakan pendekatan Pemerintah terhadap Covid-19, berbagi pandangan dan nasihat dari ilmuwan internasional, dan membela kepentingan pribadi di Selandia Baru," katanya.

Partai tersebut memicu kontroversi dengan prinsip anti vaksinasi dan seruan untuk mengakhiri karantina wilayah terkait wabah COVID-19. Advance NZ menyebut angka rasio kematian akibat virus corona "tidak berbeda dengan influenza musiman."

Menurut jajak pendapat terbaru, Advance NZ diproyeksikan akan mendapat 1% suara, yang berarti tidak akan berdampak pada hasil akhir pemilu.

 

2 dari 2 halaman

Simak video pilihan berikut ini: