Sukses

Beredar Iklan Vaksin Covid-19 di Media Sosial, Sinovac Beri Bantahan

Liputan6.com, Jakarta - Sinovac yang sedang menguji klinis calon vaksin virus corona covid-19 di Indonesia geram. Pasalnya beredar iklan palsu soal vaksin tersebut di aplikasi percakapan WeChat.

Dalam iklan tersebut, vaksin dilabeli harga 498 yen atau Rp 68.592 per dosis. Iklan itu juga menjelaskan tiga dosis akan cukup.

Selain itu iklan juga dibumbui narasi, "Petugas medis dan orang yang membutuhkan perjalanan ke luar negeri akan menjadi prioritas. Vaksin akan digunakan secara luas akhir tahun ini."

Dalam iklan yang beredar, 'vaksin' tersebut tertulis dikembangkan oleh Sinovac dan Wuhan Institute of Biological Products Co.

Dilansir Global Times, Sinovac membantah telah membuat vaksin saat ini. Mereka masih dalam uji klinis tahap III di Bangladesh, Brasil dan Indonesia.

Selain itu iklan vaksin tersebut juga dipastikan palsu. Pasalnya di China, perusahaan maupun institusi tidak boleh mempromosikan atau menjual vaksin di media sosial ataupun secara langsung ke individu.

 

2 dari 3 halaman

Uji Klinis di Indonesia

Di Indonesia sendiri, vaksin asal Sinovac akan diuji klinis pada 1.620 subjek relawan.

Rencananya relawan akan dipantau hingga minggu ketiga di bulan Desember. Jika sukses maka vaksin baru bisa diproduksi massal pada tahun depan.

Selain bekerjasama dengan Sinovac, Indonesia juga sedang mengembangkan calon vaksin sendiri. Calon vaksin bernama merah putih ini rencananya akan melakukan uji klinis tahun depan.

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.