Sukses

6 Fakta Terbaru Seputar Corona Covid-19 dari WHO

Liputan6.com, Jakarta - Virus corona Covid-19 telah menjangkit lebih dari 15 juta penduduk dunia sejak pertama kali dilaporkan muncul di Wuhan, China, pada Desember 2019 lalu.

Berdasarkan data dari John Hopkins University pada 30 Juli 2020, jumlah manusia yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 17.029.155 di 188 negara. Total korban meninggal akibat infeksi virus ini mencapai 667.011 jiwa.

Semua negara masih terus berupaya menekan angka penyebaran dan menemukan vaksin untuk menyembuhkan Covid-19.

Direktur Eksekutif Kedaruratan World Health Organization (WHO), Mike Ryan menyebut perlu riset lanjutan guna menemukan vaksin Covid-19.

"Kita mengharapkan vaksin ini memberantas atau menghilangkan virus [corona] dalam beberapa bulan mendatang tidak realistis," ujar Mike Ryan seperti dikutip dari Business Insider, Selasa (14/7/2020).

"Mengharapkan keajaiban kita mendapatkan vaksin yang sempurna yang dapat diakses semua orang, juga tidak realistis."

Tak ketinggalan, Indonesia juga masih berupaya menemukan vaksin untuk melawan Covid-19. Presiden Jokowi menjanjikan vaksinasi massal di seluruh Indonesia akan dilakukan tahun depan, jika vaksin Covid-19 selesai melalui uji tahap akhir sesuai target.

"Saya menyakini kita akan bisa melewati masa yang sulit dan tidak mudah ini. Kita harapkan tahun depan ekonomi pulih, vaksin ditemukan dan bisa dilakukan vaksinasi massal kepada seluruh rakyat di negara kita," ujar Jokowi saat memberi pengarahan kepada Peserta Program Kegiatan Bersama Keuangan 2020, Selasa 28 Juli 2020.

Saat ini, PT Bio Farma bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) sedang melakukan uji klinis tahap tiga vaksin Covid-19. Vaksin tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Sinovac Biotech, perusahaan biofarmasi asal Cina. Uji klinis ditargetkan selesai pada Januari 2020 untuk selanjutnya langsung diproduksi.

Di tengah mewabahnya virus corona, informasi palsu atau bohong mengenai virus ini juga kian bermunculan. Agar tidak menjadi korban hoaks, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengenal dan mencegah penyebaran virus corona.

Berikut ini sejumlah mitos terkait pencegahan Virus Corona versi WHO yang dikutip dari who.int, Kamis (30/7/2020):

 

2 dari 8 halaman

Dilarang Pakai Masker Saat Berolahraga

Orang-orang dilarang memakai masker saat berolahraga, karena masker dapat mengurangi kemampuan bernafas dengan nyaman.

Keringat dapat membuat masker menjadi basah lebih cepat yang membuatnya sulit untuk bernafas dan meningkatkan pertumbuhan mikro organisme. Langkah pencegahan penting selama latihan adalah menjaga menjarak fisik setidaknya satu meter dari yang lain.

 

3 dari 8 halaman

2. Penyebaran Covid-19 Lewat Sepatu Sangat Rendah

Penyebaran Covid-19 lewat sepatu dan menginfeksi individu sangat rendah. Sebagai tindakan pencegahan, khususnya di rumah-rumah di mana bayi dan anak kecil merangkak atau bermain di lantai, pertimbangkan untuk meninggalkan sepatu Anda di pintu masuk rumah Anda. Ini akan membantu mencegah kontak dengan kotoran atau limbah apa pun yang dapat terbawa pada sol sepatu.

 

4 dari 8 halaman

3. Covid-19 Disebabkan oleh Virus, Bukan Bakteri

Virus yang menyebabkan Covid-19 ada dalam keluarga virus yang disebut Coronaviridae. Antibiotik tidak bekerja melawan virus.

Beberapa orang yang menderita Covid-19 juga dapat mengalami infeksi bakteri sebagai komplikasi. Dalam hal ini, antibiotik dapat direkomendasikan oleh penyedia layanan kesehatan.

Saat ini tidak ada obat berlisensi untuk menyembuhkan COVID-19. Jika Anda memiliki gejala, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan bantuan.

 

5 dari 8 halaman

4. Minum Alkohol Tidak Melindungi dari Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa konsumsi minuman beralkohol tidak membunuh virus di dalam tubuh, malah bisa membuat orang lebih rentan terhadap virus Corona COVID-19. Alasannya karena dapat membuat sistem kekebalan tubuh melemah.

6 dari 8 halaman

5. Belum Ada Obat Untuk Perawatan atau Pencegahan Covid-19

Sementara beberapa uji coba obat sedang berlangsung, saat ini tidak ada bukti bahwa hydroxychloroquine atau obat lain dapat menyembuhkan atau mencegah COVID-19.

Penyalahgunaan hydroxychloroquine dapat menyebabkan efek samping dan penyakit yang serius dan bahkan menyebabkan kematian. WHO mengoordinasikan upaya untuk mengembangkan dan mengevaluasi obat-obatan untuk mengobati COVID-19.

 

7 dari 8 halaman

6. Lada Tidak Bisa Mencegah atau Menyembuhkan Covid-19

Cabai pedas dalam makanan Anda, meskipun sangat lezat, tidak dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19. Cara terbaik untuk melindungi diri Anda dari Covid-19 baru adalah menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh.

Ini juga bermanfaat bagi kesehatan umum Anda untuk mempertahankan diet seimbang, tetap terhidrasi dengan baik, berolahraga secara teratur dan tidur nyenyak.

8 dari 8 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: