Sukses

Cek Fakta: Hoaks Klaim Pesawat Bisa Terbang karena Dibawa Jin

Liputan6.com, Jakarta - Klaim tentang pesawat bisa terbang karena dibawa oleh jin beredar di media sosial. Klaim ini disebarkan akun Facebook Fanny Azkanindita Novian pada 10 Juli 2020.

Akun Facebook Fanny Azkanindita Novian mengunggah gambar pesawat terbang dan berisi narasi sebagai berikut:

Pesawat bisa terbang itu karena dibawa jin. Pake logika aja, mana ada besi seberat 50 ton bisa melayang di udara??? Engineer itu sebenernya ahli ilmu htam, sains itu cuma buat nutup"in ilmu htam mereka

Akun Fanny Azkanindita Novian kemudian menanyakan mengenai kebenaran klaim tersebut.

"Emang bener ya, kakak?Kok jadi merinding.Saya belum pernah sih naik pesawat. Tapi kata yang udah, "pantes aja dingin dan merinding", katanya," tulis akun Faceboook Fanny Azkanindita Novian.

Konten yang disebarkan akun Facebook Fanny Azkanindita Novian telah 186 kali dibagikan dan mendapat 57 komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tentang pesawat bisa terbang karena dibawa oleh jin. Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci "kenapa pesawat bisa terbang".

Hasilnya tedapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai hal tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Kenapa Pesawat Bisa Terbang" yang dimuat situs kompas.com pada 2 Februari 2020 lalu.

KOMPAS.com - Setiap benda yang memiliki bobot berat biasanya tidak bisa bertahan di udara. Lalu mengapa pesawat bisa terbang?

Dilansir dari Live Science, pesawat menggunakan empat macam gaya, yaitu:

1. Gaya angkat (lift), untuk mengangakat pesawat ke atas.

2. Gaya gravitasi menciptakan bobot dan membuat pesawat tetap di tanah.

3. Gaya hambat (drag), menghambat pesawat maju ke depan.

4. Gaya dorong (thrust), dihasilkan dari mesin pesawat yang membuat pesawat maju.

Pesawat yang terparkir dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya lain yang tercipta dari molekul udara.

Untuk bisa terbang, pesawat menggunakan gaya angkat yang lebih besar dibandingkan gaya gravitasi.

Serta ditambah gaya dorong dari mesin pesawat yang membuat pesawat melaju dengan kecepatan tertentu.

Dengan gaya angkat dan gaya dorong menghasilkan gaya aerodinamik pada sayap. Bentuk sayap yang agak melengkung, memungkinkan bagian bawah pesawat terkena gaya lebih besar dari bagian bawah pesat.

Hal tersebut karena adanya aliran udara dengan kecepatan berbeda di bagian atas dan bawah pesawat.

Aliran udara yang melewati sayap melengkung membuat udara terdorong ke bawah. Kemudian menimbulkan reaksi daya dorong ke atas dengan besaran yang sama. Di situlah hukum Newton III tentang aksi dan reaksi timbul.

Pesawat bergerak maju

Agar bergerak maju, pesawat menggunakan mesin yang menghasilkan gaya dorongan besar. Mesin pesawat berfungsi untuk menyedot udara dan mendorongnya kebelakang.

Dalam sekali sedot, pesawat dapat menyedot 57 juta liter udara. Udara tersebut kemudian diubah menjadi tenaga untuk mendorong pesawat bergerak maju.

Kendali pesawat

Sebuah pesawat harus memiliki perangkat kendali (control devices). Sehingga pesawat bisa dikendalikan sesuai keinginan dan tujuan penerbangan bisa dilakukan dengan baik.

Perangkat kendali pada pesawat dikendalikan oleh Pilot dalam sebuah ruang kendali (cockpit). Perangkat kendali dasar pesawat meliputi:

Aileron Terletak pada sayap dan digunakan pada saat melakukan rolling (berbalik) di udara. Penggerakannya berada pada sumbu longitudinal pesawat. Aileron dikendalaikan dengan stick control yang ada di cockpit.

Elevator

Terletak pada bagian ekor atau bagian horizontal stabilizer. Digunakan untuk melakukan piching dan pada sumbu lateral pesawat. Elevator dikendalikan dengan menggunakan stick control yang berada di ruangan cockpit.

Rudder

Terletak di bagian ekor, tepatnya vertical stabilizer. Digunakan untuk melakukan yawing (berbelok) di udara dan penggerakan pada sumbu vertical pesawat.

Rudder dikendalikan dengan menggunakan rudder pedal yang terletak pada ruang cockpit.

Sejarah pesawat

Pesawat terbang merupakan pesawat jenis pesawat berat. Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan atau disebut dengan balon udara panas diterbangkan oleh Joseph Montgolfier dari Perancis pada 1782.

Kemudian disempurnakan oleh Ferdinand von Zeppelin asal Jerman. Dirinya memodifikasi balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang pada 1900.

Pertama kalinya pesawat diterbangkan oleh Wright bersaudara yaitu Orville dan Wilbur Wright. Menggunaan pesawat rancangan sendiri yang dinamakan Flyer pada 1903 di Amerika Serikat.

Selain Wright bersaudara, juga terdapat beberapa penemu pesawat lainnya, antara lain Samuel F Cody yang melakukan aksinya di Inggris.

Setelah zaman Wright menemukan pesawat terbang berat, pesawat komersial yang lebih besar dibuat pada tahun 1949 bernama Bristol Brabazon.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim tentang pesawat bisa terbang karena dibawa oleh jin ternyata tidak benar. Meski berbobot besar, pesawat tetap bisa terbang dengan menggunakan gaya angkat yang lebih besar dibandingkan gaya gravitasi.

Serta ditambah gaya dorong dari mesin pesawat dan menghasilkan gaya aerodinamik pada sayap. Bentuk sayap yang agak melengkung, memungkinkan bagian bawah pesawat terkena gaya lebih besar dari bagian bawah pesat.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.