Sukses

Cek Fakta: Hoaks Presiden Jokowi Dikabarkan Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Akun Facebook Bobby Sanjaya membagikan unggahan gambar ke grup Facebook INDONESIA BERSUARA, pada 23 Februari 2020, dalam unggahan gambar tersebut berisi klaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninggal dunia.

Unggahan akun Facebook Bobby Sanjaya tersebut mendapat 2.300 komentar dan dibagikan sebanyak 856 kali oleh warganet.

Berikut narasi dalam unggahan akun Bobby Sanjaya:

"Turut bersukacita atas meninggalnya bpk jokowidodo presiden curang indonesia semoga masuk neraka dan dipanggang selamanya.."

Benarkah klaim Presiden Jokowi meninggal dunia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek fakta Liputan6.com menelusuri klaim Presiden Jokowi meninggal dunia yang diunggah akun Facebook Bobby Sanjaya, sebagai kepala negara tentunya kabar mengenai Presiden Jokowi kerap menjadi sorotan pemberitaan media.

Cek Fakta Liputan6.com pun mencari kebenaran klaim tersebut menggunakan Google Search 'Presiden Jokowi meninggal', hasil penelusuran tidak ada artikel yang mengarah pada klaim, namun mengarah pada artikel berjudul "[Cek Fakta] Presiden Joko Widodo Dikabarkan Meninggal Dunia? Ini Faktanya" yang dimuat medcom.id, pada 24 Februari 2020.

Berikut isi artikelnya:

"Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim meninggalnya Presiden Joko Widodo, adalah salah. Kabar ini tidak berdasar. Kabarnya meninggal publik figur apalagi seorang Presiden, hampir tidak mungkin terlewatkan. Berbagai saluran informasi pasti memberikan kabar tersebut, jika memang benar. Bahkan jika ditelisik dari berbagai platform, Presiden Jokowi masih beraktivitas. Seperti halnya Presiden Joko Widodo mengunggah status dan video terbaru pada Minggu 23 Februari pukul 09.33 di halaman facebook @Jokowi. Ia mengunggah cerita kuliner saat mengunjungi Aceh. Pula sebuah video berdurasi 1 menit."

Dalam artikel tersebut menyebut klaim Presiden Jokowi meninggal yang diunggah akun Facebook Bobby Sanjaya tidak benar.

Sedangkan berdasarkan kabar dari pihak Istana Kepresidenan, Presiden Jokowi masih beraktivitas seperti biasa. Agenda pada Senin (24/2/2020) kepala negara melakukan kegiatan internal di Jakarta.

Akun Facebook resmi Presiden Joko Widodo juga masih menggunggah video kunjungan kerjanya ke Aceh pada 23 Februari 2020, pada unggahan tersebut Jokowi bercerita mengenai kuliner di Aceh.

"Dalam satu kunjungan ke Aceh, saya begitu menikmati kari kambing yang sungguh enak. Makannya di hotel. Kari kambing itu rupanya dari Rumah Makan Hasan di Banda Aceh. Pemiliknya Pak Hasan, lelaki berkumis lebat yang begitu bersemangat.

Apa rahasia lezatnya kari kambing Rumah Makan Hasan? Tak ada rahasia di racikan masakannya, rupanya. Tapi semua dimasak di tungku dengan kayu bakar. Bukan kari saja, tapi nasi, kuah, dan masakan lain dimasak dengan kayu bakar.

Begitulah. Mau menikmati minuman nira espresso? Datanglah ke Ring Road Coffee, warung kopi yang dikelola modern. Saya pernah ke kafe ini. Selain kopi gayo ada menu khas: nira espresso, air buah kelapa ijo dicampur dengan kopi espresso.

Saya masih merindu masakan Aceh. Saya ingin datang ke Banda Seafood, rumah makan seafood yang laris di kota itu, menikmati terutama ikan steam Aceh andalannya. Semoga ada waktu."

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Unggahan akun Facebook Bobby Sanjaya yang mengeklaim Presiden Jokowi meninggal dunia tidak benar, menurut jadwal kegiatan Presiden Jokowi masih beraktifitas seperti biasa dengan agenda internal di Jakarta.

Narasi yang disampaikan akun Facebook Bobby Sanjaya termasuk dalam kategori hate speech atau ujaran kebencian. Pelaku ujaran kebencian bisa dijerat Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman penjara 4 tahun.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading