Sukses

[Cek Fakta] Gunakan Kipas Angin Saat Tidur Berbahaya hingga Bisa Sebabkan Kematian?

Liputan6.com, Jakarta - Tidur dengan menggunakan kipas angin dikabarkan dapat membuat seseorang meninggal dunia. Klaim itu diunggah akun Facebook bernama Siti.

Tulisan yang diunggah Siti pada 26 November 2019 menuliskan tentang bahaya menggunakan kipas angin saat tidur. Dia menuliskan, penggunaan kipas angin bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, hipotermia, dan dehidrasi, bahkan kematian.

[Cek Fakta] Gunakan Kipas Angin Saat Tidur Berbahaya hingga Bisa Sebabkan Kematian, Fakta atau Hoaks?

"Bahaya Tidur Menggunakan Kipas Angin..!!! Bantu Share,,Karna Satu Share Dari Anda Bisa Menyelamatkan Ribuan nyawa Orang!!!!

angin yaitu salah satu langkah alternatif untuk menggerakkan angin jadi lebih dinamis hingga udara tidak terlalu panas. Dahulu orang memakai kipas angin buatan berbahan sederhana, tetapi saat ini kipas angin telah menjelma jadi benda modern yang bisa bekerja terus menerus selama malam.11

Beberapa orang memakai kipas dengan angin yang menghadap segera pada tubuh saat tidur, cara ini memanglah mengasyikkan dan buat tidur lebih lelap, tetapi angin yang terus menerus menimpa tubuh selama malam juga memiliki resiko untuk kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian.Di artikel gudanginfo. net kali ini kita akan membahas kenapa kita tak dapat menggunakan kipas angin yang segera menghadap pada tubuh, berikut ini penjelasannya.

1. Tubuh kekurangan oksigen...

Bahaya yang paling serius dari memakai kipas angin saat tidur yaitu tubuh jadi kekurangan oksigen. Hal ini terutama apabila arah kipas angin segera diperuntukkan ke muka pada ruang yg tidak memiliki fentilasi.

2. Suhu tubuh alami penurunan drastis...

Tidur dengan kipas angin akan turunkan suhu tubuh dengan cara drastis. Apabila perubahan ini berjalan lewat cara mendadak jadi tekanan darag dan system pernapasan akan terganggu. Dan akibat paling fatalnya yaitumanfaat jantung serta paru-paru tak bertindak maksimal.

3. Alami hipotermia dan dehidrasi...

Seorang ahli syaraf, Dr. Wendra Ali, menyampaikan saat seseorang ada dalam ruangan dingin dalam waktu yang lama jadi tubuh akan alami kekeringan akibat udara dingin akan menyerap air pada badan. Apabila berjalan terus menerus selama malam jadi kelembaban tubuh akan menurun sampai akhirnya berjalan hipotermia.

4. Penyakit Bell Palsy...Hasil gambar untuk sakit akibat terkena kipas angin saat tidurPenyakit ini disebut juga kelumpuhan, tetapi tidaklah pada tubuh namun di muka. Orang yang sering tidur malam dengan kipas angin mempunyai risiko penambahan kemelut pada sistem syaraf karena suhu dingin yang menerpa muka terus-terusan selama malam, akibatnya muka jadi tegang, sulit senyum atau berekspresi

5. Mengakibatkan kematian...

Hasil gambar untuk sakit akibat terkena kipas angin saat tidurKematian mendadak dapat dihadapi oleh mereka yang memakai kipas angin sepanjang malam saat tidur, terutama pada ruangan yg tidak memiliki fentilasi untuk keluar masuknya hawa. Hal ini disebabkan karena ada peningkatan kandungan CO2 dan penurunan O2 dalam ruang.Demikian beberapa bahaya tidur memakai kipas angin. Baiknya jangan sampai mengarahkan kipas dengan cara selekasnya ke badan dan jangan sampai tidur dalam ruangan yang buruk sistem fentilasinya.

Saya pernah sering kipas angin selalu panas😨😨😨😨aduh."

 

Unggahan itu sudah dibagikan hingga 15 ribu kali dan mendapat 9 komentar. Ada 1.100 orang yang memberikan tanda suka pada unggahan tersebut.

Selain Siti, akun Facebook bernama Mak Minten Minten Tok juga mengunggah tulisan serupa dengan Siti. Tulisan itu diunggah pada 9 November 2019 lalu.

[Cek Fakta] Gunakan Kipas Angin Saat Tidur Berbahaya hingga Bisa Sebabkan Kematian, Fakta atau Hoaks?

"SUKA TIDUR PAKAI KIPAS ANGIN ???

Berhati hatilah....

Faktanya karena memang penggunaan kipas angin terlalu lama akan menimbulkan masalah pada kesehatan kita. Berikut ini adalah bahaya kipas angin yang bisa diakibatkan dari penggunaan kipas angin yang salah :⁠⁠

1. Penyakit Bell Palsy⁠⁠

Penyakit kelumpuhan, namun bukan kelumpuhan tubuh melainkan kelumpuhannya terjadi pada wajah. Wajah akan terasa sulit untuk tersenyum, tertawa dan ada pembengkakan di daerah wajah tertentu. Penyakit ini disebabkan oleh kondisi syaraf wajah yang menegan, dikarenakan terkena suhu dingin seperti kipas angin terus-menerus.

⁠⁠2. Pasokan oksigen berkurang

⁠⁠Ini terjadi jika kita terus-menerus menghadapkan kipas tepat ke wajah. Angin yang dihembuskan kipas tidak sepenuhnya oksigen atau bahkan juga ada gas karbon dioksida. Jika angin terus di hadapkan ke wajah maka kita akan kesulitan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup, bahkan udara yang kita hembuskan dari hidung bisa kembali lagi kembali dan berkutat di sekitar wajah. Akibatnya sirkulasi udara di sekitar wajah kita tidak baik.

⁠⁠3. Tubuh kekurangan air⁠⁠

Seperti yang diungkap oleh Dr. Wendra Ali, seorang ahli syaraf mengatakan bahwa saat kita berada di ruangan yang dingin dalam waktu yang lama akan membuat tubuh kita kekuarangan air. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi kita, kita tahu bahwa sekitar 70% tubuh kita membutuhkan asupan air. Jika kipas angin justru membuat air di dalam tubuh berkurang maka tentu akan berdampak buruk terhadap fungsi masing-masing organ kita.⁠⁠

4. Kulit kering⁠⁠

Masalah kulit tidak hanya terjadi karena terkena sengatan sinar matahari saja. Kondisi ruangan yang terlampau dingin juga berdampak buruk bagi kesehatan kulit, seperti bahaya AC. Saat terlalu lama menggunakan kipas angin, efek kekurangan air akan terjadi pada tubuh, termasuk kulit. Kulit kita sejatinya sangat membutuhkan kandungan air dalam darah yang mengalir di sekitar kulit

#copas#"

Unggahan tersebut sudah dibagikan kembali sebanyak 265 kali. Ada 15 komentar dan 186 tanda suka dalam unggahan itu.

 

Terakhir, akun Facebook bernama Fara Hindun juga pernah mengunggah bahaya tidur menggunakan kipas angin pada 10 Januari 2019 lalu.

Fara Hindun hanya menggunggah sebuah foto yang di dalamnya terdapat gambar dan tulisan yang menjelaskan bahaya tidur dengan menggunakan kipas angin.

[Cek Fakta] Gunakan Kipas Angin Saat Tidur Berbahaya hingga Bisa Sebabkan Kematian, Fakta atau Hoaks?

Unggahan foto tersebut mendapat 2 komentar dan 69 tanda suka. Unggahan itu juga sudah kembali dibagikan 59 kali.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba menelusuri kebenaran tentang bahaya tidur dengan menggunakan kipas angin hingga bisa menyebabkan kematian.

Hasilnya, tidur dengan menggunakan kipas angin tak berbahaya asalkan kipas tersebut rutin dibersihkan. Hal itu seperti ditulis www.alodokter.com pada 10 April 2019 lalu. Artikel itu berjudul Fakta Bahaya Tidur dengan Kipas Angin.

[Cek Fakta] Gunakan Kipas Angin Saat Tidur Berbahaya hingga Bisa Sebabkan Kematian, Fakta atau Hoaks?

"Udara yang panas membuat banyak orang tidur sambil menyalakan kipas angin. Namun, ada yang beranggapan jika hal tersebut berdampak buruk bagi kesehatan. Mari simak penjelasan berikut ini mengenai bahaya tidur dengan kipas angin.

Di Indonesia, banyak orang yang mengira bahwa tidur dengan menyalakan kipas angin berisiko menyebabkan kematian. Ada juga yang bilang jika kipas angin membuat keringat tidak bisa keluar dan mengendap di dalam tubuh.

Namun, benarkah hal tersebut memang terjadi? Apakah berbahaya jika kita tidur dengan kipas angin yang menyala? Yuk, kita ulas beberapa mitos seputar bahaya tidur dengan kipas angin di bawah ini.

Fakta Penggunaan Kipas Angin

Tidur dengan kipas angin yang menyala disebut-sebut terkait dengan masalah kesehatan tertentu, seperti:

Alergi dan asma

Tidur dengan kipas angin yang kotor memang bisa menyebabkan kekambuhan asma dan alergi. Debu dan kotoran yang menempel di kipas angin akan berterbangan di dalam ruangan, kemudian terhirup oleh tubuh, sehingga menyebabkan munculnya gejala asma dan alergi. Oleh karena itu, ingatlah untuk rutin membersihkan kipas angin setiap bulan.

Hipertermia

Hipertermia adalah kondisi di mana suhu tubuh sangat tinggi, yaitu di atas 40°C. Pada kondisi ini, mekanisme di dalam tubuh gagal untuk mendinginkan suhu badan.

Saat berada di lingkungan yang hangat atau sedikit panas, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan keringat, sehingga suhu badan tetap normal. Tetapi jika suhu udara sangat panas, mekanisme tubuh tersebut tidak lagi mampu mengimbanginya. Akibatnya, suhu tubuh akan naik dan terjadi hipertermia. Jika tidak segera mendapat pertolongan, hipertermia dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian.

Ada yang bilang bahwa kipas angin dapat memicu hipertermia. Namun faktanya, tidur dengan kipas angin menyala tidak menyebabkan hipertermia. Menyalakan kipas angin justru menjadi cara yang paling mudah dan murah untuk mendinginkan tubuh ketika cuaca sangat panas.

Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh kurang dari 35°C. Hal ini terjadi karena tubuh kehilangan panas dengan cepat, namun lambat dalam memproduksi panas. Jika tidak segera ditangani, hipotermia yang umumnya disebabkan oleh cuaca atau udara dingin ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga kematian.

Di Indonesia yang beriklim tropis dan hangat, risiko seseorang untuk terkena hipotermia sangat kecil, kendati kipas angin digunakan saat tidur malam. Sebab, kipas angin tidak bisa mendinginkan suhu udara di ruangan secara drastis.

Anggapan terkait bahaya tidur dengan kipas angin belum terbukti secara ilmiah dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Akan tetapi, penggunaan kipas angin memang perlu diperhatikan, terutama dalam hal membersihkannya. Hal ini guna mencegah kipas angin menyebarkan debu dan kotoran yang dapat membuat gejala asma dan alergi kambuh."

 

Selain itu, www.klikdokter.com bahkan sudah menuliskan artikel berjudul Tidur Pakai Kipas Angin, Berbahayakah? pada 8 Agustus 2018 lalu.

[Cek Fakta] Gunakan Kipas Angin Saat Tidur Berbahaya hingga Bisa Sebabkan Kematian, Fakta atau Hoaks?

Dalam artikel tersebut dijelaskan, faktanya, tidur dengan kipas angin menyala dapat membawa manfaat positif untuk sebagian besar orang. Namun, untuk mereka yang memiliki alergi dan asma sebaiknya waspada.

"Jika kipas angin atau AC kamar sedang rusak, Anda pasti kesal setengah mati. Anda seketika menyadari betapa bermanfaatnya alat pendingin ruangan tersebut. Apalagi untuk musim kemarau seperti sekarang ini.

Namun, ada yang mengatakan bahwa tidur dengan kipas angin menyala bisa membahayakan karena mengakibatkan udara tidak segar menjadi terperangkap di dalam kamar. Bahkan, kebiasaan tersebut dianggap memicu kekurangan oksigen yang berakibat fatal: kematian akibat lemas. Benarkah semengerikan itu?

Dari alergi hingga mata kering

Faktanya, tidur dengan kipas angin menyala dapat membawa manfaat positif untuk sebagian besar orang. Namun, untuk mereka yang memiliki alergi dan asma sebaiknya waspada, demikian kata Dr. Clifford Bassett, dokter dan penulis “The New Allergy Solution” kepada Independent.

Hal ini dikarenakan kipas angin dapat mengedarkan partikel-partikel debu dan potensi alergen lainnya yang bisa menyebabkan iritasi. Perlu diketahui, tungau debu adalah pemicu alergi yang paling umum, dan mereka dapat melekat hingga ke langit-langit kamar. Untuk meminimalkan risiko kambuhnya alergi, bersihkanlah bilah kipas, terutama yang sudah berdebu, secara rutin.

Dilansir Live Science, Dr. Len Horovitz, ahli spesialis pulmonologi dari Lenox Hill Hoispital di New York, menyarankan Anda untuk tidak terlalu mengarahkan kipas angin langsung ke arah tempat tidur atau tubuh.

Untuk melindungi diri dari debu dan alergen lainnya, Horovitz juga merekemondasikan untuk memasang filter udara di kamar tidur serta melakukan irigasi hidung setiap hari yang membantu hidung tetap kering dan masalah hidung lainnya.

Tak hanya alergi dan asma, tidur dengan kipas angin setiap hari dapat berisiko membuat kulit dan mata kering. Losion dan pelembap dapat mencegah hal ini terjadi.

Tips tetap sejuk saat cuaca panas

Tidur saat cuaca sedang panas-panasnya memang tak menyenangkan. Jika ada kipas angin atau AC, masalah selesai. Namun bila keduanya tidak ada, atau sedang rusak, Anda dapat mencoba kiat dari National Health Service UK berikut, agar ruangan tetap sejuk meski udara lembap di luar:

Tutup jendela dan turunkan tirai saat udara panas di luar. Anda dapat membuka jendela untuk ventilasi ketika udara sedikit dingin. Gunakan tirai yang berwarna terang. Tirai berwarna gelap dapat membuat ruangan terasa lebih panas.

Jangan keluar ruangan antara pukul 11 siang dan 3 sore (waktu yang paling panas). Bila memang harus pergi, kenakan pakaian longgar, topi, dan kacamata hitam. Tak lupa, oleskan tabir surya ke wajah dan tubuh setidaknya 15 menit sebelum keluar.

Mandi air dingin, atau sekadar memercikkan air dingin ke wajah dan leher. Anda juga bisa minum air dingin untuk menyegarkan diri.

Minum banyak cairan dan hindari mengonsumsi alkohol berlebihan. Air putih, susu rendah lemak, teh, dan kopi adalah pilihan yang tepat. Anda juga dapat menyesap jus buah dan smoothies asalkan tidak mengandung tinggi gula.

Sebagai kesimpulan, tidak ada bahaya yang signifikan dari penggunaan kipas angin. Selama Anda nyaman, tidur dengan kipas angin menyala semalaman sesungguhnya tidak masalah. Namun untuk Anda yang memiliki alergi, asma, dan kulit kering, silakan terapkan tips yang telah dijelaskan di atas."

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Apa yang dituliskan oleh akun Facebook bernama Siti, Fara Hindun, dan Mak Minten Minten Tok tentang bahayanya jika tidur menggunakan kipas angin berbahaya itu tidak benar.

Asalkan, kipas angin yang digunakan itu rutin dibersihkan. Karena, partikel-partikel debu dan potensi alergi lainnya dapat muncul apabila kipas angin kotor.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Modus Baru Kejahatan, Pecahkan Ban Pakai Air Keras
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Restoran yang Menyediakan Sup Janin Manusia