Sukses

[Cek Fakta] Viral Foto Air Terjun Pertanda Kiamat di Madinah, Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Pada 3 Agustus 2019, pemilik akun Facebook bernama Kiki mengunggah sebuah foto mirip air terjun.

"Tanda Kiamat Muncul Di Madinah, Air Terjun Keluar dari Gunung Uhud," demikian keterangan yang tercantum dalam foto tersebut.

Pemilik akun Facebook Kiki juga menambahkan narasi berikut ini dalam unggahannya:

"Salah satu tanda Kiamat Besar sudah terjadi di Jazirah Arabia."

Unggahan tersebut kemudian dibagikan sebanyak 7.300 kali dan mendapatkan dua komentar.

"Ya allah semoga kita dislamatkan ya akhy ukhty," demikian komentar salah satu pengguna Facebook.

Apakah benar foto tersebut adalah air terjun yang keluar dari Gunung Uhud di Madinah? Dan, benarkah ada kaitannya dengan kiamat atau akhir zaman? 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Berdasarkan penelusuran dengan Google Reverse Images, foto tersebut juga digunakan untuk banyak berita serupa, yang mengaitkan kemunculan air terjun di Gunung Uhud di Madinah dengan tanda-tanda kiamat.

Namun penelusuran lebih lanjut dari kabar itu mengarahkan ke situs twasul.info yang menampilkan foto serupa dan artikel dalam Bahasa Arab.

Tangkapan layar situs twasul.info  (Screenshot)

Setelah diterjemahkan menggunakan Google Translate, artikel yang menyertai foto itu menyebut, hujan deras di Kota Madinah mengarah pegunungan dan lembah-lembah.

Badan Meteorologi setempat, demikian seperti dikutip dari twasul.info, memperingatkan potensi hujan sedang hingga deras dan angin kencang secara terus-menerus yang bisa mempengaruhi jarak pandang atau visibilitas secara horizontal.

Tak hanya di Madinah, hujan juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk pusat kota Al-Barika, Al-Nashifiya, Abu Raqah, hingga ke wilayah pedesaan.

"Sebuah video menunjukkan sejumlah pria muda mendaki Gunung Uhud di Madinah untuk menyaksikan air terjun yang disebabkan oleh hujan deras," demikian dikutip dari twasul.info.

Situs Malaysia, www.malaysianreview.com pada 30 Januari 2014 juga memuat video yang sama.

Namun, artikel berjudul Hujan Di Madinah Hasilkan Air Terjun Di Jabal Uhud – Video, sama sekali tak mengaitkannya dengan kiamat atau tanda-tanda akhir zaman.

Berikut narasinya:

 

Subhanallah menakjubkan air terjun terjadi di Bukit Uhud atau Jabal Uhud Madinah akibat hujan lebat pada pagi 28 Januari tahun 2014 seperti dilaporkan oleh media sosial yg khusus mengenai Mekkah spt Fanpages Haramain.

Di bawah adalah koleksi gambar hujan yg terjadi di Mekkah yg dilaporkan langsung semalam dan diabadikan oleh pages Majalah Review Malaysia untuk tatapan pembaca MRM.

Kali terakhir hujan lebat di Madinah seingat admin ialah pada 29 Disember 2013 dan subuh semalam hujan lebat lagi.

Video hujan di Kaabah dan hujan di Madinah serta Mekkah sentiasa menjadi carian umat Islam kerana keunikan rahmat di dalamnya – Amin

 

Sementara, akun Facebook Suara Madinah pada 29 November 2016 membantah informasi yang beredar soal kemunculan air terjun di Gunung Uhud dengan tanda-tanda kiamat:

 

Tidak ada air terjun di bukit uhud.--

Tapi kalau hujan deras ada airnya kemudian besoknya sudah kering lagi.

Kalau mau lihat air terjun buatan banyak, tingginya hanya 5 meter dan banyak di persimpangan jalan di sekitar kota Madinah, dekat kampus juga banyak.

Jangan mudah terpercaya berita hoax apalagi dikait kaitkan dengan kiamat padahal hoax.

Kiamat pasti terjadi dan jangan menunggu hingga terjadi namun beramal sebanyak banyaknya sebelum beramal shalih semakin sulit.

--Admin Suara Madinah

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan Klaim

Klaim yang disampaikan akun Facebook bernama Kiki, yang menyebut air terjun yang keluar dari Gunung Uhud adalah pertanda kiamat, tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Situs Arab Saudi, twasul.info dan situs Malaysia, malaysianreview.com, yang menggunggah foto dan video serupa, sama sekali tak menyinggung soal tanda-tanda akhir zaman. 

Air yang keluar dari Gunung Uhud adalah dampak dari hujan deras yang mengguyur Kota Madinah. 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Situs Merdeka.com Dicatut untuk Sebar Hoaks
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Cerita Warga Palestina Tak Tembus Ditembak Peluru Saat Salat