Sukses

[Cek Fakta] Hoaks Hacker Bajak Akun Facebook untuk Sebar Video Porno

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang para hacker atau peretas yang mengambil alih akun facebook dan blackberry messenger (BBM) beredar di media sosial.

Dalam kabar tersebut disebutkan bahwa hacker akan meretas akun pengguna facebook dan BBM. Mereka kemudian mengunggah video seks di akun yang sudah diretas.

Kabar ini diunggah oleh akun facebook Suzana Zana pada Minggu 28 April 2019. Akun ini juga menambahkan narasi dalam konten yang diunggahnya.

"Kami dari kepolisian negara republik indonesia menghibau kepada seluruh masyarakat indonesia tetap waspada dan berhati hati: Perhatian bagi pengguna FACEBOOK dan BBM!! Metro tv baru saja mengeluarkan berita bahwa hacker sudah mulai masuk facebook dan bbm. Dan mereka menempatkan video seks memakai nama anda pada teman teman anda, tanpa anda mengetahuinya. Anda tidak dapat melihatnya, namun orang lain bisa melihatnya seolah olah anda yg mempublikasikannya. Jadi, jika anda menerima suatu video( barangkali atas nama saya), maka itu bukan saya!!

Nb: Sebarkan berita ini, demi keamanan akun anda .TerimakasihBc untuk menjaga namabaik.MOHON DI BACA !.," tulis akun Suzana Zana.

Konten yang diunggah Suzana Zana telah dibagikan 27 ribu kali dan mendapat 4.800 lebih komentar warganet.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Dari penelusuran, kabar tersebut ternyata tidak benar. Fakta ini sebagaimana dikutip dari situs Liputan6.com dengan judul artikel 'Hacker Ambil Alih Akun Medsos untuk Sebar Video Porno Ternyata Hoaks'.

Liputan6.com, Jakarta - Banyaknya pesan broadcast yang beredar di sejumlah aplikasi pesan instan tentu harus diragukan kebenarannya. Pasalnya, kita tidak dapat langsung mengetahui keaslian dan sumber dari informasi tersebut.

Ambil contoh pesan broadcast yang beredar pada awal 2018 ini. Pesan tersebut cukup membuat media sosial heboh.

Isi dari pesan tersebut mengungkap kalau hacker bisa masuk ke beberapa platform media sosial dan pesan instan, seperti Facebook, WhatsApp, hingga BlackBerry Messenger (BBM).

Pesan melanjutkan, pihak tak bertanggung jawab ini akan menempatkan video porno dengan nama korban tanpa sepengetahuannya.

“Metro tv baru saja mengeluarkan berita bahwa hacker sudah mulai masuk facebook, bbm dan wa,mereka menempatkan video seks/porno memakai nama anda pada teman teman anda, tanpa anda mengetahuinya. Anda tidak dapat melihatnya, namun orang lain bisa melihatnya seolah olah anda yg mempublikasikannya. Jadi, jika anda menerima suatu video ( barangkali atas nama saya), maka itu bukan saya!!” begitu bunyi pesan amatir tersebut.

Informasi ini tentu diklaim sebagai berita bohong alias hoaks. Disampaikan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) lewat akun resmi Twitter-nya @TurnBackHoax, informasi tersebut adalah hoaks lama yang sudah dipublikasikan kembali.

“Peretas (hacker) atau siapapun yang diklaim bisa mengambil alih akun Facebook, tidak bisa begitu saja mengambil alih sebuah akun. Yang bisa dilakukan adalah membuat akun palsu, atau menjebak pemilik akun untuk melakukan beberapa kegiatan yang menyebabkan akun mereka bisa diakses,” ujar Mafindo dalam keterangan resminya.

Misal, kegiatan yang dimaksud denganc ara mengirimkan tautan ke aplikasi ‘jahat’ yang berjalan di Facebook, yang ketika dijalankan akan membuka akses ke pemilik akun Facebook tersebut.

Isu hacker yang pada akhirnya berujung hoaks seperti ini bukan yang pertama kali.

Pada 2017, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menanggapi isu peretasan subdomain Divisi Hubungan Masyakarat (Humas) http://humas.polri.go.id/. Kelompok peretas yang menamakan diri sebagai "Army Anons", mengklaim telah berhasil melumpuhkan website tersebut. Melalui akun Twitter @DivHumasPolri dan Instagram @divisihumaspolri, Divisi Humas Polri mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan informasi yangbelum jelas kebenarannya.

Selain itu, Divisi Humas Polri juga menggunggah gambar tampilan sebuah website berisi informasi tentang peretasan tersebut.

Pada gambar tersebut terdapat cap "Biro Multimedia, Hoax, Divisi Humas Polri". Divisi Humas Polri juga mengimbau masyarakat lebih pandai dalam memilih berita.

Adapun pada pagi hari ini (23/5/2017), website Divisi Humas Polri masih belum beroperasi normal. Tertulis keterangan sedang ada perbaikan rutin database.

"Mohon maaf website http://humas.polri.go.id sedang dalam perbaikan rutin database. Mohon bersabar," demikian keterangan yang tertulis pada website tersebut.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang para hacker yang membajak akun facebook dan BBM ternyata tidak benar alias hoaks.

Kabar ini juga pernah viral pada 2018 lalu. Narasi yang dibangun dalam kabar tersebut ternyata tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Video Pernyataan Megawati Dukung Prabowo Ternyata Hasil Editan
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Pasal 6A ayat 3 UUD 1945 Halangi Jokowi Menangkan Pilpres 2019? Ini Faktanya