Sukses

[Cek Fakta] Turki Kerahkan Pasukan Elite untuk Lacak Pemfitnah Rizieq Shihab?

Liputan6.com, Jakarta - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab dijemput dan dimintai keterangan oleh kepolisian Arab Saudi di Makkah pada 5 November 2018.

Menurut Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, sekitar pukul 08.00 WAS, tempat tinggal Rizieq didatangi oleh pihak kepolisian karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam. Bendera hitam yang dipasang di dinding bagian belakang rumah Rizieq tersebut diduga mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis.

Dia menegaskan, Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut, dan lambang apa pun yang berbau terorisme, seperti ISIS, Al Qaeda, Al Jama'ah al-Islamiyyah, dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme.

FPI Sebut Rizieq Difitnah

Terkait penangkapan tersebut, FPI menuding ada operasi khusus untuk menjebak Rizieq Shihab. Sekretaris FPI, Munarman menilai aksi fitnah yang mendera Rizieq muncul jelang wacana besar Reuni Akbar 212.

"Mohon doakan semoga Allah SWT selalu melindungi Habib Rizieq Shihab dari fitnah dan kejahatan musuh-musuhnya," kata Munarman seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga meyakini bahwa yang terjadi pada Rizieq Shihab adalah fitnah. Ia menduga bisa saja bendera itu sengaja dipasang oleh orang lain.

"Ini kerjaan dasar "intel". Saya dapat pengaduan dari keluarga Habib pada Senin sore," tulisnya dalam Twitter resminya, 8 November 2018.

2 dari 4 halaman

Klaim

Terkait kasus bendera hitam yang ditempel di rumah Rizieq yang disebut beberapa pihak sebagai fitnah, beredar kabar bahwa Turki sedang mengerahkan pasukan elite untuk melacak pemfitnah Rizieq Shihab tersebut.

Kabar tersebut dimuat dalam portal berita Asia Satu dalam artikelnya yang berjudul "Geram! Turki Kerahkan Pasukan Elite buat Lacak Pemfitnah Habib Rizieq, Kami Datang Bersama Kematian".

Dalam artikel itu, disebut bahwa Turki yang kesal dengan fitnah terhadap salah satu keturunan Nabi, mengerahkan pasukan elitenya untuk membantu pencarian aktor utamanya.

"Mencintai Ahlul Bait adalah kewajiban setiap Muslim, apapun madzhabnya, para imam Ahlus Sunnah sangat menjunjung tinggi kehormatan mereka dan mencintai dengan sepenuh hati," ujar Jenderal Hulusi Akar, Panglima Angkatan Bersenjata Turki seperti ditulis di artikel tersebut.

"Bila ada yang memfitnah Ahlul Bait, berarti telah melukai kami sebagai muslim. Para pemfitnah harus dimusnahkan," lanjutnya.

Artikel itu selanjutnya membahas tentang Pasukan Elite Turki atau Ozel Kuvvetler Komutanligi yang memiliki motto "Kami datang bersama kematian!". Dibahas pula jumlah personel, kemampuan yang dimiliki, serta pengalamannya dalam mengamankan wilayah konflik.

Artikel tersebut pun ramai dibagikan di media sosial, terutama di kalangan pendukung Rizieq Shihab. Mereka pun berharap dengan bantuan Turki, pemfitnah Rizieq dapat segera ditemukan dan dihukum. Namun, apakah benar Turki menerjunkan pasukan elitenya untuk mencari orang yang diduga memfitnah Rizieq Shihab?

3 dari 4 halaman

Fakta

Setelah ditelusuri, ternyata artikel di Asia Satu tersebut menyalin artikel tentang pasukan elite militer Turki yang sebelumnya dimuat di Merdeka.com. Artikel Merdeka.com yang disalin itu berjudul "Pasukan elite militer Turki: 'Kami datang bersama kematian'" dan membahas tentang pasukan elite Turki atau yang sering dijuluki Pasukan Baret Merah Marun atau Bordo Bereliler.

Artikel di Asia Satu juga menggunakan gambar yang sama persis dengan yang ada di artikel tersebut. Tak hanya itu, artikel itu juga menambahkan kutipan pernyataan Hulusi Akar tentang Rizieq Shihab yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Melalui penelusuran di mesin pencari, tidak ditemukan satupun pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Turki tersebut yang terkait dengan penangkapan Rizieq Shihab oleh kepolisian Arab Saudi ataupun rencananya menurunkan pasukan elite untuk mencari pemfitnah Rizieq Shihab.

4 dari 4 halaman

Kesimpulan

Dari fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa artikel Asia Satu tersebut adalah hoaks. Artikel itu menyalin sebuah artikel di Merdeka.com dan menambahkan pernyatan Hulusi Akar yang direka-reka.

Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar tidak pernah membuat pernyataan seperti tertulis di artikel tersebut. Tidak ditemukan juga bukti valid bahwa ia menurunkan pasukan elite militer Turki untuk mencari pemfitnah Rizieq Shihab.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Ellen DeGeneres Bagi-Bagi Uang USD 10 Miliar di Facebook?
Artikel Selanjutnya
Berfoto Bugil di Situs Bersejarah Turki, Mantan Model Playboy Dikecam Keras