Sukses

[Cek Fakta] Gempa dengan Kekuatan hingga 8 SR Mengancam Jawa Barat?

Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian gempa bumi yang menimpa Lombok akhir-akhir ini meningkatkan kewaspadaan masyarakat di seluruh Indonesia.

Apalagi, Indonesia berada di lingkaran 'cincin api Pasifik' atau Pacific Ring of Fire dan daerah kedua yang paling aktif di dunia -- sabuk Alpide. Terjepit di antara 2 wilayah kegempaan berarti, Tanah Air menjadi lokasi sejumlah letusan gunung berapi dan gempa bumi.

Jawa Barat termasuk dalam salah satu daerah rawan gempa bumi. Berdasarkan katalog gempa bumi merusak yang diterbitkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, terdapat beberapa kejadian gempa bumi yang merusak di wilayah Jawa Barat, termasuk kejadian gempa bumi Tasikmalaya yang terjadi pada akhir tahun 2017.

Klaim

 Pada Selasa pagi (14/8/2018), program televisi iNews Pagi menyiarkan berita mengenai potensi gempa di Jawa Barat yang bisa mencapai 8.0 SR.

Dalam siaran tersebut, dikatakan PVMBG mewaspadai terjadinya gempa dengan kekuatan skala besar di Pulau Jawa dalam beberapa waktu ke depan.

Berita tersebut lalu menampilkan ilustrasi peta Jawa Barat dan menjelaskan tentang Sesar Cimandiri yang melingkupi Sukabumi, Cianjur, hingga wilayah Bandung Barat.

"Jika sesar Cimandiri bergerak, maka akan berpotensi memicu gempa bumi hingga magnitudo 8 SR," tutur seorang pembawa berita diiringi musik yang menegangkan.

Lalu ditampilkan Kepala PVMBG Kasbani yang memberikan pernyataan mengenai potensi gempa di Jawa Barat.

"MMI ya? Kalau MMI bisa sampai 8. Di Jawa ini banyak sesar-sesar, jadi ya itu yang berpotensi menyebabkan gempa bumi," jelasnya dalam berita tersebut.

Rekaman berita tersebut pun ramai disebarkan di jejaring media sosial. Akibat pemberitaan ini, tak sedikit masyarakat yang resah, terutama mereka yang tinggal di Jawa Barat.

2 dari 4 halaman

Tanggapan PVMBG

Menanggapi berita viral ini, PVMBG mengunggah sebuah artikel berjudul "Tanggapan Pusat Vulkanologi Terhadap Berita Inews Pagi yang Ditayangkan Pada Tanggal 14 Agustus 2018" yang dirilis di situs resmi Kementerian ESDM pada 15 Agustus 2018.

Dari artikel tersebut, dikatakan terdapat kekeliruan dalam berita iNews. Potensi gempa yang dapat mencapai magnitudo 8, tidak sesuai dengan pernyataan Kasbani.

Kasbani tidak menyebut ada potensi gempa magnitudo 8, melainkan Sesar Cimandiri berpotensi menghasilkan gempa bumi dengan intensitas VIII MMI. Kedua hal ini merupakan hal yang berbeda.

Beda Magnitudo dan Intensitas

Artikel tersebut menjelaskan magnitudo adalah besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa bumi dan diukur secara instrumental dari data seismik. Besarnya magnitudo dinyatakan dalam satuan Mw (Moment Magnitude) atau satuan lain seperti Mb, Ms, dan lain-lain.

Sedangkan intensitas adalah dampak guncangan gempa bumi atau tingkat kekuatan guncangan di suatu titik. Besarnya intensitas dipengaruhi oleh magnituda, jarak terhadap sumber gempa bumi, dan kondisi geologi setempat. Satuan intensitas adalah MMI (Modified Mercalli Intensity).

Penjelasan lebih detil mengenai skala MMI juga terdapat pada situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG). Di sana dijelaskan masing masing skala MMI, dari I MMI sampai yang tertinggi yaitu XII MMI. Skala VIII MMI termasuk dalam kerusakan sedang dan dapat menyebabkan kerusakan ringan pada konstruksi, retak-retak, dinding lepas dari rangka rumah, hingga cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh.

3 dari 4 halaman

Peta Kawasan Rawan Bencana

Untuk potensi gempa bumi di Jawa Barat sendiri, PVMBG - Badan Geologi telah menerbitkan Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2014. Peta ini dibuat berdasarkan analisis bahaya gempa bumi yan memperhitungkan parameter sumber gempa bumi, penjalaran gelombang seismik serta kerentanan tanah.

Berdasarkan peta KRB tersebut, wilayah Jawa Barat terdiri dari KRB menengah yang berpotensi terlanda guncangan gempa bumi dengan intensitas VII - VIII MMI, serta KRB Tinggi yang berpotensi terlanda guncangan gempa bumi dengan intensitas lebih besar dari VIII MMI.

4 dari 4 halaman

Kesimpulan

Berita iNews yang viral dan menyebabkan keresahan di masyarakat keliru memahami pernyataan dari Kepala PVMBG Kasbani. Kasbani menyatakan potensi gempa dalam skala MMI yang bisa mencapai intensitas VIII MMI, dan bukanlah mencapai magnitudo 8 SR seperti yang diberitakan.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 53 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta@liputan6.com.

Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Anak Bisa Alami Gangguan Jiwa Jika Terlalu Banyak Ikut Les?
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Tekan Semua Tombol Saat Lift Jatuh Bisa Menyelamatkan Nyawa Anda?