Sukses

Kabar Buruk Hampiri MU, Sponsor Kakap Enggan Bertahan Lebih Lama

Liputan6.com, Jakarta Manchester United atau MU belum juga bisa bernapas lega jelang bergulirnya kompetisi Liga Inggris 2022/23. Setelah dipusingkan oleh rencana kepergian Cristiano Ronaldo yang tak menemui titik terang, MU juga harus menerima kabar yang kurang mengenakkan terkait sponsor utamanya, TeamViewer.

Penyedia software remote control tersebut adalah sponsor utama yang melekat pada jersey MU. Musim lalu, TeamViewer menempel gagah pada bagian dada menggantikan sponsor sebelumnya, Chevorlet.  Kesepakatan ini ditandatangani pada Maret 2021 lalu degan durasi kontrak 5 tahun hingga 2026.

Menurut laporan Dailymail seperti dilansir dari Manchester Evening, situasi perekonomian yang tidak menentu belakangan ini membuat perusahaan asal Jerman itu enggan memperpanjang kontrak ini. Hal itu tidak lepas dari pemerosotan nilai hingga 80 persen yang dialami TeamViewer pada tahun lalu. 

 

"Pengakuan merek jelas meningkat tahun lalu usai melalui kemitraan dengan MU. Namun, perusahaan telah memutuskan untuk meninjau strategi pemasaran jangka panjangnya mengingat lingkungan ekonomi makro saat ini," bunyi pernyataan resmi TeamViewer seperti dilansir dari AS. 

Sementara itu, CEO TeamViewer, Oliver Steil seperti dilansir dari Manchester Evening mengatakan, lingkungan ekonomi makro belakangan ini telah menunjukkan perubahan besar. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina yang masih berkecamuk. 

"Lingkungan ekonomi makro saat ini [termasuk dampak pandemi dan perang di Ukraina] telah membuat para pembuat keputusan lebih berhati-hati, dan telah menunda investasi," katanya. 

 

 

 

 

2 dari 4 halaman

Cari Pengganti

Analis keuangan asal Jerman sebelumnya juga telah mengingatkan TeamViewer. Mereka menganggap kesepakatan dengan MU tidak efektif. Itu terbukti, hingga Rabu kemarin,  saham TeamViewer  telah merosot hingga 8 persen dan kembali naik 5 persen tidak lama setelah memutus kontrak itu. 

Seperti diketahui, kesepakatan MU dan TeamViewer bernilai £235 juta atau £55 juta per musim. Angka ini lebih rendah 17 juta pound sterling dari kerjasama dengan sponsor sebelumnya, Chevrolet.

Meski demikian, nilai ini tetap saja terbilang besar di saat pandemi COVID-19. Angka tersebut hanya bisa disamai oleh kesepakatan yang dilakukan oleh perusahaan Rakuten dengan Barcelona. 

MU juga kabarnya akan mengganti salah satu sponsornya, Kohler. Selanjutnya, MU bakal menjalin kerjasama dengan perusahaan AS DXC Technology untuk nlai dan durasi kontrak yang belum diketahui.

   

 

3 dari 4 halaman

Sumber Pemasukan

Sponsor memang menjadi salah satu tonggak pemasukan MU selama ini. Bukan rahasia lagi bila banyak perusahaan yang berlomba-lomba ingin menggunakan Setan Merah sebagai tempat promosi. 

Jangankan kostum bertanding, seragam latihan MU juga jadi incaran para sponsor. Di tengah situasi yang kurang menguntungkan, MU juga masih bisa bernapas lega. Sebab nilai jual tim asal kota Manchester tersebut ternyata masih menjanjikan dan unggul ketimbang klub lainnya.

Salah satu media luar, Athletic beberapa bulan lalu, menyampaikan kalau nilai dari pemasangan iklan pada seragam latihan MU, mampu mencapai 24 juta euro atau sekitar Rp395 Miliar per tahun. Angka ini didapat dari kerjasama dengan platform blockchain mata uang Crypto asal New York, Tezos.

 

 

4 dari 4 halaman

Gabungan Iklan Duo Milan

Menurut Calcio e Finanza seperti dilansir dari situs Football Italia, nilai iklan ini sangat fantastis. Apalagi bila dibandingkan dengan pendapatan yang didapat klub-klub Serie A Italia dari sektor yang sama.

Menurut Finanza, Inter Milan yang saat ini menguasai puncak klasemen Serie A hanya menerima 16 juta euro dari iklan Socios yang menempel pada kostum pertandingan mereka. Sementara tim kota Milan lainnya, yakni AC Milan hanya mendapat 10 juta euro--sudah termasuk bonus-- dari Fly Emirates. Dan bila digabungkan totalnya berarti 26 juta euro atau sedikit di atas nilai iklan kostum latihan MU.

  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United
  • MU merupakan akronim dari Manchester United, klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Permier League.
    MU
  • Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris