Sukses

1,2 Juta Tiket Piala Dunia 202 Qatar Ludes, Negara Ini Jadi Pembeli Terbanyak

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2022 Qatar tinggal lima bulan lagi. Sebanyak 32 tim sudah memastikan tempat untuk bersaing demi memperebutkan gelar juara.

Piala Dunia 2022 dijadwalkan bergulir pada 21 November hingga 18 Desember. Qatar sebagai tuan rumah terus bersolek agar ajang empat tahunan ini bisa bergulir lancar dan meriah.

Hassan Al Thawadi selaku ketua penyelenggara menyatakan keyakinannya bahwa sisa proyek terkait dengan Piala Dunia akan selesai tepat waktu. Dia menjelaskan upaya sedang dilakukan untuk memenuhi berbagai permintaan, terutama penginapan selama Piala Dunia degan harga yang masuk akal.

Sebab, FIFA sebelumnya sudah menerima 27 juta permintaan tiket Piala Dunia dengan 1,2 juta tiket saat ini sudah terjual.

Adapun permintaan tiket datang dalam jumlah terbesar dari Argentina, Brasil, Inggris, Prancis, Meksiko, Qatar, Arab Saudi, dan Amerika Serikat "Saya pikir sekitar 1,2 juta tiket telah dibeli," kata Al Thawadi, dilansir Gulf Times, Kamis (25/6/2022).

"Jadi orang benar-benar membeli dan orang-orang bersemangat untuk datang ke ke Piala Dunia. Tidak ada keraguan tentang itu," jelasya.

Al Thawadi menyebutkan, sebanyak 2 juta tiket akan tersedia selama 28 hari turnamen pada bulan November dan Desember.

Kesempatan berikutnya untuk membeli tiket Piala Dunia adalah berdasarkan siapa datang pertama, akan dilayani pertama, tetapi tanggalnya belum diumumkan.

2 dari 5 halaman

Tenda Gurun Semewah Hotel Bintang Lima

Untuk menyambut jutaan tamu di Piala Dunia 2022, pemerintah Qatar sedang mengebut pengerjaan penginapan.

Data dari Lembaga Pariwisata Qatar, kini, Qatar saat ini memiliki 30.000 kamar hotel. Sebanyak 80 persen dari jumlah itu dialokasikan untuk pemain, wasit, media, dan tamu resmi FIFA lainnya.

Selain itu, Qatar juga menyiapkan sekitar 69.000 kamar non-hotel, villa dan apartemen-apartemen.

Kepala Akomodasi di Komite Tertinggi Pelayanan dan Hukum Penyelenggara Piala Dunia 2022, Omar Al-Jaber mengatakan, pihaknya juga telah menyediakan cadangan 100.000 kamar lagi untuk orang-orang yang datang menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

Menariknya, dari berbagai macam penginapan yang disediakan, Qatar juga menyiapkan seribu tenda untuk para tamu. Tenda tersebut lekat dengan ciri khas suku asli Qatar, Bedouin dan berada di gurun.

Tujuannya, agar orang yang menginap di tenda tersebut dapat menikmati sensasi yang berbeda dari penginapan lainnya.

3 dari 5 halaman

Penjara Tujuh Tahun

Namun, para tamu tak bisa seenaknya selama berada di Qatar. Sebab, dengan penduduk mayoritas Islam, pemerintah Qatar melarang masyarakat untuk membawa serta konsumsi minuman beralkohol di depan umum selamat Piala Dunia 2022.

Peraturan tersebut juga berlaku bagi para pengunjung dari luar negeri yang akan menyaksikan momen Piala Dunia 2022. Apabila terbukti melanggar maka hukuman enam bulan penjara akan menjadi ganjaran.

Tapi, otoritas penyelenggara dari Qatar masih baik hati jika para pengunjung ini konsumsi minuman beralkohol dengan memperbolehkan mereka melakukannya di beberapa hotel dan bar yang sudah memperoleh lisensi khusus.

Namun, sementara stadion tidak menyajikan alkohol untuk penggemar, untuk area itu akan ada fan zone yang didirikan dengan menyajikan alkohol dengan harga lebih murah.

Larangan ini, cukup unik karena di ajang Piala Dunia sebelumnya, minuman beralkohol seakan wajib untuk menemani para penggemar sepakbola saat menonton.

Selain alkohol, Qatar juga memberlakukan aturan tidak boleh melakukan seks bebas bagi para penonton Piala Dunia 2022 bagi para pasangan yang belum sah menjadi suami istri. Jika melanggar aturan bisa kena hukuman penjara paling lama tujuh tahun.

4 dari 5 halaman

Piala Dunia Paling Mahal

Piala Dunia 2022 di Qatar akan menjadi Piala Dunia termahal sepanjang sejarah. Negara yang beribukota di Doha itu menghabiskan lebih dari 220 milliar dollar US atau sekitar Rp 3.152,3 T untuk membangun stadion, penginapan hingga fasiltas latihan pendukung.

Tak hanya itu, Qatar juga menciptakan kota baru dengan nama Lusail dengan biaya sekitar 45 milliar dollar US atau setara Rp 644,8 T.

Berbanding jauh dari tiga negara yang sebelumnya pernah menjadi tuan rumah mulai dari Afrika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 mengeluarkan biaya sebesar 4 miliar dollar US atau sekitar Rp57,3 triliun untuk mempersiapkan semua fasiltas penunjang yang ada.

Kemudian, ada Brasil yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014, dikabarkan mengeluarkan biaya sebesar 15 miliar dollar US atau Rp 215,2 T untuk persiapan serta perhelatan di negara Samba tersebut.

Terakhir, Rusia yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 mengeluarkan biaya untuk persiapan mencapai angka 14 miliar dollar US atau Rp 200,8 triliun.

Itu, berarti Qatar mengeluarkan 10 kali lipat biaya dibandingkan dari tuan rumah sebelumnya, Rusia.

5 dari 5 halaman

Bola dari Indonesia

Timnas Indonesia memang tidak akan tampil pada Piala Dunia ini. Karena, di babak kualifikasi zona Asia langsung terhenti di putaran pertama.

Namun, bukan berarti Indonesia tak ikut menyemarakkan Piala Dunia 2022. Peran Indonesia justru terbilang penting lantaran menjadi pemasok bola yang akan digunakan, Neymar, Lionel Messi, hingga Cristiano Ronaldo.

Indonesia tampil lewat kehadiran bola resmi turnamen yang dibuat di Madiun, Jawa Timur. Hal tersebut terungkap dalam unggahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah membagikan momen ketika dirinya sedang melihat bola resmi Piala Dunia 2022 yang siap diekspor.

"Inilah bola yang akan digunakan pada kompetisi Piala Dunia 2022 di Qatar. Di ajang olahraga terakbar di planet itu, Indonesia punya peran penting di setiap pertandingan." tulis Khofifah dalam foto tersebut.

"Al Rihla si bola resmi Piala Dunia 2022 di Qatar adalah bola buatan Indonesia yang diproduksi di Madiun. Adidas mempercayakan Global Way Indonesia di Madidun untuk memproduksi bola yang bakalan ditendang oleh bintang-bintang sepak bola dunia," Khofifh menambahkan.

Lebih lanjut, Khofifah berharap di masa depan Indonesia bukan hanya mengirimkan bola resmi ke Piala Dunia melainkan juga berpartisipasi lewat kehadiran tim nasional di ajang tersebut.

"Semoga di Piala Dunia selanjutnya, bukan cuma bola, Timnas Indonesia juga bisa ikut berlaga. Aamiin ya rabbal alamin," kata Khofifah.