Sukses

Erik Ten Hag Dapat Bocoran Cara 'Jinakkan' Cristiano Ronaldo di MU

Liputan6.com, Jakarta Mantan bek Manchester United atau MU, Rio Ferdinand memberikan saran kepada Erik Ten Hag cara menjinakkan Cristiano Ronaldo. Meski tidak mudah, menurutnya langkah itu patut untuk dicoba.

Kepulangan Cristiano Ronaldo memang seperti buah simalakama bagi Manchester United atau MU. Di satu sisi, ketajaman pria berusia 37 tahun itu masih terjaga. Buktinya, pemain asal Portugal itu masih  mencetak 24 gol di semua kompetisi dan jadi pemain dengan jumlah gol terbanyak di Setan Merah.

Namun di sisi lain, kehadiran Ronaldo juga dianggap sebagai duri dalam daging. Kepulangannya ke Old Trafford telah membuat gaya pemainan Setan Merah berubah. Belum lagi kebintangan Ronaldo kerap dituding sebagai pemicu perpecahan di ruang ganti yang akhirnya mempengaruhi permainan tim.

Belakangan, nama Cristiano Ronaldo juga ikut disebut-sebut berada di balik pemecatan Ole Gunnar Solskjaer. Pria asal Norwegia itu ditendang sebelum musim berakhir dan digantikan oleh Ralf Rangnick.

Sayang pergantian ini tidak memberi pengaruh berarti. MU tetap saja terpuruk. Jangankan meraih gelar juara, untuk lolos ke zona Liga Champions musim depan saja Setan Merah tak mampu. MU bahkan harus berjuang keras untuk mempertahankan posisi keenam pada klasemen Liga Inggris 2021/2022.

Menurut mantan bek MU, Rio Ferdinand, sebenarnya bukan hal sulit 'menjinakkan' Ronaldo. Keberanian manajer untuk berbicara langsung kepada mantan pemain Real Madrid itu menjadi kunci utamanya.

"Seorang manajer [harus] duduk dan berbincang langsung dengan pemain Anda yang paling berpengaruh. Kuatkan diri  untuk mengatakan kepadanya: 'inilah cara yang akan Anda gunakan, inilah yang berhasil bagi saya, bagi klub sepak bola, kami tidak dapat melakukan apa yang telah Anda lakukan sepanjang karier Anda yaitu menang tahun demi tahun dan Anda tidak akan mencetak 50-60 gol dalam satu musim.'," kata Ferdinand dalam acara Vibe with Five seperti dilansir Manchester Evening. 

"Akan ada penurunan seiring bertambahnya usia, itu bagus dan tubuh Anda memburuk ketika Anda berusia 37 tahun. Anda harus bekerja dengan bijaksana dan Cristiano tidak bodoh, dia mengerti, tetapi itu perlu dikemas dengan cara bahwa 'ini pekerjaan kita' itulah percakapannya," beber Ferdinand.

 

 

 

 

2 dari 4 halaman

Berani Terbuka

Ferdinand menambahkan, perbincangan seperti ini sebaiknya dilakukan di awal musim. Dengan demikian, manajer bisa tahu apakan pemain tersebut benar-benar cocok dengan gaya bermainnya.

"Begitu Anda setuju, itu akan jadi lebih mudah dan itu adalah hal penting yang perlu terjadi. Bicaralah dengannya (Cristiano Ronaldo), Anda adalah manajernya, beri tahu dia: 'jika Anda tidak suka ini, beginilah cara kami bekerja di sini sekarang.'," beber Ferdinand menambahkan.

Ronaldo masih menyisakan kontrak selama setahun bersama MU. Hanya saja, kekasih Georgina Rodriguez itu belum memutuskan apakah akan tetap bertahan atau hengkang dari Old Trafford.

3 dari 4 halaman

Belum Tentukan Sikap

Manajer baru MU, Erik ten Hag, juga belum berbicara banyak mengenai nasib Ronaldo di MU. Untuk sementara, pria asal Belanda itu masih fokus menangani Ajax Amsterdam dan ingin memberikan kado indah bagi perpisahannya dengan mempersembahkan gelar juara Eredivisie pada musim ini.

Meski belum mendarat di Manchester, sejumlah skenario Ten Hag sudah ramai diperbincangkan di publik. Salah satunya terkait bongkar pasang pemain yang menyeret nama Cristiano Ronaldo.

Mega bintang lapangan hijau itu kabarnya tidak masuk dalam rencana besar Ten Hag di MU. Sejumlah spekulasi menyebut gaya bermain Ronaldo tidak cocok dengan Ten Hag. Dia justru lebih senang memanggil dua pemain buangan MU, yakni MU Donny van de Beek dan Andreas Pereira.

  

4 dari 4 halaman

Bertahan di MU?

Sementara itu, laporan Sky Sports mengungkapkan kalau Ronaldo telah mendiskusikan masa depannya dengan mantan manajer MU, Sir Alex Ferguson. Menurut sumber,  pemenang Ballon d'Or itu masih terbuka untuk bertahan jika Ten Hag benar-benar menginginkannya.

"Ronaldo memberi tahu para pemain bahwa dia tak akan pergi ke mana pun kecuali klub mengatakan mereka tidak menginginkannya," kata sumber Mirror.

"Tidak ada yang lebih kecewa darinya tentang bagaimana musim berjalan. Tetapi, dia tidak ingin pergi dengan rendah hati dan ingin membantu membawa klub kembali ke Liga Champions dan mencoba serta memenangkan trofi tahun depan.