Sukses

Bola Ganjil: Aksi Heroik Kiper Dadakan, Sempat Cetak Gol di Posisi Asli

Liputan6.com, Jakarta - Kiper dan pemain outfield memiliki insting berbeda. Satu fokus menggunakan tangan, sementara yang lain sama sekali tidak boleh menggunakan bagian tubuh tersebut.

Namun, ada kalanya masing-masing menjalankan peran yang lain. Penjaga gawang kerap maju menyerang jika tim membutuhkan gol di menit-menit akhir pertandingan.

Sementara pemain outfield tidak ragu mengenakan sarung tangan untuk menghalau serangan lawan. Biasanya mereka dihadapkan pada situasi ini karena kiper cedera atau diusir wasit dengan jatah pergantian pemain sudah habis.

Beberapa di antara outfield ini bahkan tampil heroik. Striker Nat Lofthouse mementahkan penalti Wolverhampton Wanderers saat jadi kiper dadakan bagi Bolton Wanderers.

Begitu pula bek Bobby Moore yang menggagalkan tendangan 12 pas Stoke CIty.

2 dari 5 halaman

Sempat Cetak Gol

Seperti Lofthouse dan Moore, Niall Quinn juga sempat memblok penalti Derby County pada April 1991. Hebatnya lagi, sebelumnya dia sempat menjalankan tugas utamanya merobek gawang lawan di laga tersebut.

Quinn bahkan melakukan hal serupa delapan tahun berselang kala membela Sunderland. Kala itu gol dan kepiawaiannya menjaga gawang membantu The Black Cats menaklukkan Bradford menang 1-0.

 

3 dari 5 halaman

Tahan Paling Lama

Jika tiga nama tersebut layak disebut karena kemampuan mementahkan penalti, Jack Sampson layak disebut karena paling tahan lama. Berposisi asli penyerang, dia jadi kiper selama 88 menit bagi Macclesfield Town pada duel versus Dover Athletic tahun 2016.

Sampson bermain di bawah gawang karena kiper Ritchie Branagan diusir wasit. Meski begitu, dia sukses mencatat clean sheet dalam laga yang berakhir tanpa gol.

 

4 dari 5 halaman

Ogah Bawa Kiper Cadangan

Kepiawaian pemain outfield menjadi kiper bahkan membuat Neil Warnock mengambil keputusan berani saat menangani Sheffield United. Dia tidak mencantumkan penjaga gawang pelapis di daftar cadangan.

Pasalnya, The Blades punya Phil Jagielka. Dia dua kali jadi kiper dadakan dan membantu tim meraih kemenangan atas Millwall (2-1) dan Arsenal (1-0).

5 dari 5 halaman

Jadi Kiper Lalu Cetak Gol

Sementara kisah Eric Viscaal bersama KAA Gent juga layak diceritakan. Pada laga Liga Belgia 1992/1993 melawan Cercle Brugge, dia menjadi kiper menggantikan rekannya yang diusir wasit karena melanggar lawan di area terlarang.

Dia lalu mementahkan penalti lawan. Semenit berselang, giliran Gent yang mendapat tendangan 12 pas. Viscaal lalu maju dan menjadi algojo untuk membantu timnya menyamakan kedudukan. Skor tersebut bertahan hingga akhir laga.