Sukses

Bola Ganjil: Musim Panjang Liga Inggris, Bukan karena Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat persaingan sepak bola domestik 2019/2020 terancam batal. Dihentikan pada Maret 2020, ajang akhinya kembali bergulir pada Juni dan berakhir sebulan kemudian.

Dengan begitu, kompetisi yang biasanya memakan waktu 9-10 bulan baru tuntas satu tahun. Musim 2019/2020 pun menjadi salah satu edisi terlama sepanjang sejarah.

Namun, peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Liga Inggris 1946/1947 juga hampir gagal diselesaikan.

Hal ini terjadi karena dua faktor. Pemerintah setempat ketika itu mencoret pertandingan tengah pekan demi mendorong produktivitas negara yang mencoba bangkit usai Perang Dunia II.

Pada Maret 1947, mereka kemudian memanggil operator kompetisi olahraga yang menarik minat masyarakat umum. Daftarnya mencakup sepak bola, rugbi, balap kuda, balap anjing, balap otomotif, dan hoki diminta menghapus laga di hari kerja supaya buruh fokus ke profesi mereka.

Masalahnya, iklim juga tidak mendukung. Inggris saat itu baru saja melewati musim dingin panjang dan buruk.

2 dari 4 halaman

Pertandingan Menumpuk

Jumlah pertandingan yang ditunda saat pemerintah mengambil keputusan tersebut sudah mencapai puluhan. Banyak pertandingan tidak digelar karena salju menyelimuti lapangan.

Hanya tersisa beberapa pekan untuk menyelesaikan kompetisi, yang biasanya tuntas pada Mei, operator biasanya menggelar laga tunda di tengah pekan. Kini mereka tidak bisa mengambil opsi tersebut. Sementara skenario melangsungkan duel tanpa kehadiran penonton tidak jadi diambil.

Protes masyarakat muncul menyusul sikap ini. Publik menilai absennya hiburan di tengah pekan dapat meruntuhkan moral. Namun, pada akhirnya sepak bola tunduk kepada pengguasa.

 

3 dari 4 halaman

Celah di Paskah

Beruntung ada celah bagi sepak bola untuk melangsungkan laga tengah pekan. Momen terjadi pada libur Paskah di awal April.

Masalahnya, partai yang tertunda sudah terlalu banyak dan menumpuk. Klub pun pasrah harus bertanding beberapa kali dalam waktu singkat.

Wolverhampton Wanderers turun dua kali di tiga hari. Sementara Stoke City bermain tiga kali selama empat hari.

 

4 dari 4 halaman

Pengaruh ke Persaingan

Kondisi tersebut tidak pelak memainkan peran pada hasil akhir kompetisi. Wolverhampton, yang memimpin klasemen dan unggul empat angka pada Natal, harus merelakan gelar ke Liverpool.

Liga Inggris 1946/1947 akhirnya selesai pada 14 Juni lewat duel Sheffield United melawan Stoke.