Sukses

Pulang Kampung, Ketua PSSI Berharap Shin Tae-yong Jaga Kesehatan

Jakarta Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong beserta tiga asistennya, Kim Hae-woon, Kim Woo-jae, dan Lee Jae-hong pulang kampung ke Korea Selatan pada akhir pekan lalu. Keempatnya meninggalkan Gong Oh-kyun, asisten timnas lainnya, yang masih berada di Jakarta untuk pemeriksaan virus Corona.

Kelima orang itu sebelumnya menjalani rapid test pada pekan lalu. Hasilnya, Gong Oh-kyun didiagnosis mengidap COVID-19. Belakangan, hasil pemeriksaan tersebut tidak akurat setelah sang pelatih mengikuti tes swab.

Hasil tes swab kepada Gong Oh-kyun yang dirilis PSSI pada Selasa (7/4/2020) menunjukkan bahwa pria berusia 45 tahun itu dinyatakan negatif terinfeksi virus Corona.

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, menyambut hasil tes untuk Gong Oh-kyun tersebut dengan gembira. Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini juga meminta Shin Tae-yong beserta jajarannya untuk menjaga kondisi selama mudik ke Negeri Ginseng.

"Kami berharap kondisi empat pelatih Timnas Indonesia yang sedang pulang ke Korea Selatan terjaga dengan baik. Hingga saatnya nanti dapat kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan timnas menghadapi berbagai agenda sepak bola internasional setelah pandemi virus Corona berakhir," kata Iwan Bule dinukil dari laman PSSI.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Shin Tae-yong Sempat Terkejut

Sebelumnya, Shin Tae-yong sempat terkejut dengan hasil rapid test dari Gong Oh-kyun yang positif virus Corona. Pasalnya, tim kepelatihan Timnas Indonesia yang berasal dari Korea Selatan kerap beraktivitas bareng setiap harinya.

"Saya tinggal di bangunan yang sama dengan dia selama lebih dari sebulan. Saya makan bersamanya setiap hari," kata Shin Tae-yong seperti dikutip Yonhap, Senin (6/4/2020).

Untungnya, hasil rapid test tersebut tidak akurat. Kemungkinan, Gong Oh-kyun dapat menyusul Shin Tae-yong untuk mudik ke Korea Selatan.

 

Disadur dari: Bola.com (penulis, Muhammad Adiyaksa/editor Hendry Wibowo, published 8/4/2020)