Sukses

Adu Tajam Bambang Pamungkas dan Marko Simic di Persija

Jakarta Persija Jakarta bukan tim yang selalu memiliki striker haus gol. Bambang Pamungkas merupakan satu dari sedikit penyerang Macan Kemayoran tersebut yang pernah menjadi top skorer

Bambang Pamungkas adalah pemain tersubur Liga Indonesia musim 1999-2000 dengan raihan 24 gol. Selama menjalani karier di Liga Indonesia, pria yang akrab disapa Bepe itu berhasil mencetak 178 gol, yang 168 di antaranya tercipta ketika berseragam Persija Jakarta.

Adapun 10 gol lainnya disarangkan Bambang Pamungkas ketika membela Pelita Bandung Raya pada 2014. Pria berusia 39 tahun tersebut juga membawa Persija menjuarai Liga Indonesia 2001, serta menyandang status pemain terbaik kompetisi.

Bepe adalah satu di antara sedikit pemain lokal yang mampu menembus 100 gol di Liga Indonesia. Hampir setiap musimnya saat berseragam Persija, pemain dengan ciri khas kumis tersebut mencetak dua digit gol.

Sepanjang 20 tahun kariernya, Bepe hanya pernah berganti klub tiga kali. Dia hengkang ke Selangor FA pada 2005-2007 saat Persija kesengsem dengan Emmanuel De Porras, dan membelot ke Pelita Bandung Raya (PBR) pada 2013 ketika Macan Kemayoran menunggak gajinya.

Masa-masa kebersamaan Bambang Pamungkas dengan Persija berakhir manis setelah mengantar Tim Macan Kemayoran merengkuh gelar Liga Indonesia untuk yang ke-11 kalinya pada 2018.

2 dari 3 halaman

Marko Simic, Predator Buas Persija

Setelah Bambang Pamungkas, butuh 19 tahun lamanya bagi Persija untuk melahirkan striker tertajam lainnya dalam diri Marko Simic. Bomber asal Kroasia itu keluar sebagai pesepak bola paling tokcer untuk urusan mencetak gol di Liga 1 2019.

Meski begitu, Simic membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai rekor gol Bepe. Sejauh ini, striker berusia 31 tahun itu berhasil mengemas 61 gol dalam dua musim terakhir bersama Persija.

Gaya main Simic dan Bepe sedikit mirip. Keduanya sama-sama berbahaya dalam duel udara. Baik Simic dan Bepe juga punya dua kaki yang sama baiknya.

Terlebih, keduanya bisa dibilang memiliki gaya bermain sebagai poacher, yakni striker yang cenderung berkeliaran di area kotak penalti lawan guna membuka ruang untuk dirinya sendiri demi mencetak gol.

Kepopuleran Simic langsung meningkat drastis setelah membawa Persija menjuarai Piala Presiden 2018, sekaligus pemain tersubur turnamen pramusim itu dengan 11 gol.

Pada musim pertamanya bersama Persija di Liga 1 2018 setelah melanglang buana di Vietnam dan Malaysia, Simic sukses mengantar tim ibu kota menjuarai kompetisi dan menorehkan 18 gol dari 30 laga.

Memasuki tahun keduanya, Simic gagal mempertahankan gelar bagi Persija. Namun, eks pemain Melaka United itu berhasil merebut penghargaan top scorer Liga 1 2019 dengan mencetak 28 gol dari 32 laga.

Total hingga Liga 1 2019 rampung, Simic mengemas 61 gol bersama Persija di kompetisi resmi, termasuk Piala Indonesia, Piala AFC, dan Kualifikasi Liga Champions Asia.

Selain karena ketajamannya, kebekenan Marco Simic juga dipengaruhi oleh perawakannya yang tinggi besar khas pemain Eropa Timur. Bumbu-bumbu masalah di luar lapangan, seperti dugaan pelecehan terhadap pedangdut Via Vallen pada 2018, makin meningkatkan popularitasnya.

Berkat kontribusinya selama dua tahun terakhir, Simic diganjar perpanjangan kontrak tiga tahun oleh Persija. Eks striker Becamex Binh Duong di Liga Vietnam itu disebut-sebut menerima bayaran Rp10 miliar hingga 2023.

3 dari 3 halaman

Prestasi Bambang Pamungkas dan Marko Simic di Persija

Bambang Pamungkas

Liga Indonesia: Musim 2001 dan 2018

Pencetak Gol Terbanyak Liga Indonesia: Musim 1999-2000 dengan 24 Gol

Pemain Terbaik Liga Indonesia: Musim 2001

Total Gol di Persija: 168 Gol

 

Marko Simic

Liga Indonesia: Musim 2018

Pencetak Gol Terbanyak Liga Indonesia: Musim 2018 dengan 28 Gol

Total Gol di Persija: 62 Gol