Sukses

Pandemi Virus Corona Covid-19 Bikin Penjualan Jersey Persela Anjlok

Jakarta Persela Lamongan tidak bisa menjalani bisnisikut terkena dampak seiring penghentian kompetisi Shopee Liga 1 2020 akibat pandemi virus corona. Terutama menyangkut bisnis penjualan jersey tim Kota Soto tersebut.

Menurut Kepala Divisi Bisnis dan Marketing Persela, Rizal Jamhari, sejak kompetisi dihentikan, penjualan jersey menunjukkan tren penurunan. Namun, dia belum bisa menyebutkan persentasenya.

”Belum bisa ngukur persentase, karena belum sebulan jersey musim ini dirilis. Cuma dari transaksi hariannya kelihatan menurun,” kata Rizal Jamhari kepada Bola.net (media satu grup dengan Bola.com) pada  Selasa (31/3/2020).

Rizal juga enggan membocorkan jumlah transaksi harian. Sebab, kata dia, data detailnya tidak boleh dirilis.

”Cuma dari adanya wabah ini terjadi penurunan transaksi. Tidak hanya jersey, semua merchandise klub penjualannya juga anjlok,” tegasnya.

Walau begitu Persela juga belum berencana melakukan penutupan store. Hanya saja, di tengah pandemi virus Corona, transaksi secara online lebih menjanjikan.

”Toko resmi Persela belum ditutup, kami masih menunggu perkembangan anjuran dari Pemda Lamongan,” Rizal menambahkan.

”Setelah wabah terjadi, 60 persen penjualan transaksinya via online,” ucap Rizal Jamhari.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Kaitan Pemotongan Gaji Pemain

Persela Lamongan sampai saat ini memilih untuk tetap melihat dan menunggu perkembangan situasi selama kompetisi diliburkan karena pandemi COVID-19. Tidak ada langkah-langkah tertentu yang mereka ambil selain meliburkan aktivitas tim.

PSSI telah memutuskan kompetisi berstatus force majeure hingga menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah. Kompetisi Shopee Liga 1 2020 bisa digelar kembali setelah 1 Juli atau bahkan ditiadakan sama sekali.

Selain menghentikan aktivitas kompetisi, PSSI juga mempersilakan klub kontestan Liga 1 dan Liga 2 untuk mengubah kontrak kerja yang memengaruhi gaji pemain, staf pelatih dan ofisial tim.

Kendati begitu, sampai saat ini Persela Lamongan belum memangkas gaji para pemainnya. Alasan manajemen Persela tak memberlakukan kebijakan tersebut semata-mata demi kemanusiaan.

“Yang pasti, kami ini seperti keluarga. Kami masih mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Pemain dan semua yang ada di Persela membutuhkan penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka,” kata Agus Hariyono, asisten manajer Persela.  

Sembari melihat dan menunggu perkembangan dari PSSI, manajemen Persela berharap wabah corona segera berakhir. Sebab, banyak orang yang terlibat dalam sepak bola Indonesia dalam kondisi resah lantaran ekonomi mereka terganggu.

 

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Mustopa El Abdy, Published 31/3/2020)

 

3 dari 3 halaman

Video