Sukses

Angka Kematian di Spanyol Karena Virus Corona Covid-19 Melonjak 2.696 Jiwa

Liputan6.com, Madrid- Angka kematian karena virus corona covid-19 melonjak tajam di Spanyol dalam 24 jam terakhir. Seperti dilansir bbc, angka kematian di Spanyol bertambah 514 jiwa dalam 24 jam saja.

Total, ada 2.696 jiwa yang meninggal karena kasus virus corona. Sedangkan orang yang terpapar di negeri Matador ini berjumlah 40 ribu orang.

5.400 orang dari jumlah itu berasal dari pekerja kesehatan yang terlibat langsung dengan para pasien atau pengidap virus corona.

Spanyol menjadi negara kedua paling parah di Eropa setelah Italia. Di Italia, total sudah 6.000 orang yang meninggal dunia.

Ada tiga wilayah di Spanyol yang terpapar virus corona paling parah yaitu Madrid, Katalunya dan Basque. Meski begitu jumlah kasus di area lain juga menunjukkan tren meningkat.

 

2 dari 3 halaman

Area Berbahaya

Daerah sekitar Madrid yang juga terpantau cukup parah yaitu Castilia La Mancha dan Castilla y Leon. Dua daerah ini berbatasan langsung dengan Madrid dan mayoritas dihuni orang-orang tua.

Sementara itu, tempat pemakaman umum di Madrid sudah menghentikan penerimaan mayat korban virus corona. Ini disebabkan oleh kurangnya peralatan.

Madrid menggunakan tempat ski es terbesar Palacio de Hielo untuk menampung mayat korban virus corona.

 

3 dari 3 halaman

Pemandangan Memilukan

 

Pemandangan di kota Madrid begitu memilukan. Mobil pengangkut mayat bolak balik mengantar jenasah ke Palacio de Hielo.

Tempat penyimpanan mayat dan rumah sakit penuh dengan pasien. Meski begitu dikabarkan, laju jumlah kasus terus menunjukkan penurunan di tiga hari terakhir.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez sudah meminta parlemen agar bisa memperpanjang karantina wilayah atau lockdown hingga 11 April.

"Saya tahu sulit harus tak kemana-mana hingga 11 April, ini memengaruhi semua orang. Tapi ahli setuju ini cara efektif untuk melawan virus corona," ujar Sanchez.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Terobosan Penting ONE Championship dalam Menghadapi Pandemi Corona Covid-19
Artikel Selanjutnya
Balapan F1 2020 Tetap Akan Digelar, tapi Jadwal Berubah