Sukses

Media Inggris Ungkap Alasan Chelsea Pilih Hakim Ziyech Ketimbang Sancho

Liputan6.com, London - Chelsea dikabarkan punya alasan khusus mendatangkan Hakim Ziyech pada musim panas nanti. Apalagi sebelumnya, The Blues sempat getol mengejar tanda tanga Jadon Sancho.

Chelsea memang digosipkan ingin memperkuat sektor sayap mereka di bursa transfer musim panas. Mereka butuh winger baru yang bisa memperkuat serangan mereka musim depan.

Ada dua winger yang dikaitkan dengan Chelsea, yaitu Hakim Ziyech dan Jadon Sancho. Namun kemarin, Chelsea resmi mengumumkan mereka mendapatkan jasa Ziyech dari Ajax Amsterdam.

Daily Star mengklaim bahwa Chelsea sebenarnya lebih berminat mendatangkan Sancho. Namun mereka terpaksa mundur dari perburuan sang winger.

Menurut laporan tersebut, Chelsea mundur dari perburuan Sancho karena harganya yang kelewat mahal.

Borussia Dortmund sebagai pemilik Sancho memang menetapkan harga yang sangat mahal untuk Sancho. Sang winger dibanderol seharga 100 juta pounds di musim panas nanti.

Chelsea menilai harga itu kelewat mahal untuk pemain 19 tahun sehingga mereka memutuskan untuk beralih ke Ziyech.

 

2 dari 4 halaman

Pindah ke Rival

Keputusan Chelsea mundur dari perburuan Sancho melapangkan jalan Manchester United untuk mengamankan jasa sang winger.

Manchester United juga diberitakan sangat serius mengejar tanda tangan Sancho. Mereka bahkan sudah mengejar tanda tangan sang winger sejak musim panas tahun lalu.

Tidak seperti Chelsea, MU bersedia menebus mahar transfer Sancho. Untuk itu sang winger kemungkinan besar akan berlabuh di Old Trafford musim depan.

 

3 dari 4 halaman

Harga Ekonomis

Chelsea sendiri mengamankan jasa Ziyech dengan mahar yang cukup ekonomis.

Menurut gosip yang beredar, The Blues hanya membayar 45 juta Euro untuk jasa pemain asal Maroko tersebut.

Sumber asli: Daily Star

Disadur dari Bola.net (Penulis Serafin Unus Pasi, Published 14/2/2020).

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Pria Ini Angkat Beban 80 Kg Hanya Menggunakan Telinga
Loading