Sukses

3 Bursa Transfer Januari yang 'Tumbang' di Menit-menit Akhir

Liputan6.com, Jakarta Saat ini bursa transfer Januari sudah memasuki pertengahan waktu. Bursa transfer musim dingin ini dijadwalkan akan berakhir 31 Januari 2020 mendatang.

Selama bursa transfer berjalan beberapa langkah besar telah selesai dilakukan. Dan, kemungkinan akan banyak lagi yang masih berubah sekarang, dengan potensi transfer seperti Christian Eriksen ke Inter Milan dan Bruno Fernandes ke Manchester United, yang belum selesai juga.

Dengan sisa waktu lebih dari satu minggu sebelum batas waktu transfer, langkah-langkah pembelian itu mungkin belum terlalui. Tapi, jika tidak, mereka akan menjadi transfer Januari pertama yang gagal pada menit terakhir.

Selama sejarah bursa transfer Januari, ada banyak pembelian besar yang berantakan, karena berbagai alasan. Berikut ada pembelian yang terjadi di menit-menit akhir.

2 dari 4 halaman

Riyad Mahrez

Salah satu pemain paling menonjol di Liga Inggris di musim 2015-16 adalah Riyad Mahrez. Striker Leicester City itu tetap berada di King Power Stadium meskipun banyak tawaran. Pemain internasional Aljazair itu malah menandatangani kontrak baru di klub, dan membantu The Foxes ke perempat final Liga Champions pada 2016-17.

Ketika menjadi jelas bahwa Leicester tidak akan bisa mengulangi kesuksesan mereka, Mahrez memutuskan bahwa dia ingin keluar dan pindah ke Manchester City. Awalnya ia meminta pindah pada musim panas 2017, tapi tidak terwujud, sehingga ia mesti menunggu hingga jendela transfer Januari 2018.

Namun, skuat Pep Guardiola tampaknya bertekad untuk mendaratkan pemain dan membuat total tiga tawaran berbeda selama bulan itu. Meski kepindahannya tampak dekat, Leicester menolak untuk menjual.

Sementara itu, Mahrez benar-benar tidak senang dengan keputusan itu - dan sengaja pergi dari pelatihan. Dia terus bermain untuk The Foxes hingga akhir 2017-18 - mencetak 12 gol - sebelum akhirnya pindah ke Etihad di musim panas senilai 60 juta pounds.

3 dari 4 halaman

Demba Ba

Setelah mencetak 6 gol dalam 17 penampilan selama paruh pertama 2010-11 untuk Hoffenheim, striker asal Prancis Demba Ba adalah pemain yang diminati selama jendela transfer Januari. Sejumlah klub Liga Premier menyatakan minat kepadanya, bahkan mencoba memaksanya.

Ba yang memang ingin pindah menolak untuk melakukan perjalanan ke kamp pelatihan musim dingin. Setelah mengancam akan memecat Ba, mendendanya, membawanya ke pengadilan dan bahkan berusaha untuk melarangnya pindah selama enam bulan, klub Bundesliga akhirnya mengalah, dan setuju untuk membiarkannya berbicara dengan calon pelamar.

Sepertinya Stoke City akan menjadi tujuan utamanya, dan bayaran 7,1 juta pounds telah disepakati antara kedua klub untuk pemain Prancis itu.

Ba bahkan sudah menyetujui persyaratan pribadi dengan Potters, sampai akhirnya sang striker gagal melakukan tes medis karena kondisi lutut yang kepindahan ke Stuttgart turun dua tahun sebelumnya. Meskipun Ba mengklaim dia 100 persen masih bisa memainkan seluruh kariernya tanpa masalah, Stoke kemudian menarik tawaran mereka.

Namun, setelah upaya yang berlarut-larut untuk meninggalkan klub, kembalinya ke Hoffenheim untuk pemain Prancis itu adalah jalan keluar. Karenanya, West Ham memutuskan untuk mengambil risiko menandatanganinya dengan tiga hari tersisa di jendela transfer. Dan ternyata, lutut Ba baik-baik saja serta mampu enyelesaikan 12 pertandingan untuk The Hammers, mencetak 7 gol.

4 dari 4 halaman

Peter Odemwingie

Mungkin insiden paling kontroversial dalam sejarah bursa transfer Januari, adalah tindakan Peter Odemwingie pada 2013. Striker Nigeria telah menghabiskan 2 musim di West Bromwich Albion, mencetak 25 gol, tetapi selanjutnya memutuskan ingin pindah ke tempat lain.

Ketika jendela Januari dibuka, Odemwingie mengajukan permintaan, tapi kemudian ditolak Baggies, yang menyatakan bahwa mereka tidak ingin menjual pemain mana pun selama bulan itu. Tapi, itu tidak menghentikan QPR membuat penawaran untuknya. Ketika tawaran 2 juta poundsterling ditolak West Brom, striker Nigeria itu pergi dengan kata-kata kasar Twitter yang luar biasa.

Odemwingie menuduh klub meragukan komitmennya, mencuri kesetiaannya, dan hanya menunda dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak uang dari calon pelamar.

Akhirnya, pemain Nigeria itu kembali ke West Brom. Ia terus bermain untuk The Baggies hingga dia mendapatkan kepindahan ke Cardiff City di jendela transfer berikutnya.

Sekadar catatan, Odemwingie pernah gabung klub Liga I Indonesia, Madura United. dengan status sebagai marquee player bermodalkan pengalaman di Eropa dan Piala Dunia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Chelsea Siap Habiskan Rp 3,5 Triliun untuk Beli 3 Pemain
Artikel Selanjutnya
Liverpool Tak Ngotot Kejar Erling Haaland, Jurgen Klopp Segan dengan Dortmund?