Sukses

Tottenham Jadi Tantangan Terberat Mourinho Sejak Latih Porto 18 Tahun Lalu

London - Jose Mourinho sosok pelatih langganan juara. Di setiap klub yang disinggahinya, ia selalu berhasil mempersembahkan piala. Kini, pria asal Portugal itu menghadapi tantangan terberat dalam kariernya dengan melatih Tottenham Hotspur. 

Jose Mourinho mengatakan pekerjaan Tottenham adalah tantangan terberat sebagai manajer sejak ia menukangi di FC Porto 18 tahun lalu.

The Special One berujar pengangkatannya sebagai bos Spurs pada bulan November di awali sejumlah kesialan. Tantangan berat yang ia hadapi sudah dihitung sejak awal ia mengiyakan tawaran menukangi Spurs.

Di awal masa kedatangannya, Jose yang menggantikan Mauricio Pochettino, mengantungi kemenangan 3-2 atas West Ham. Itu adalah kemenangan tandang pertama Tottenham di Liga Premier selama 11 bulan.

Dan kemenangan dalam dua pertandingan mereka berikutnya menghidupkan kembali harapan finis empat besar, membawa Spurs dalam tiga poin dari Chelsea di urutan keempat.

Namun kekalahan kandang dari The Blues mengawali rekor buruk hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir. Jose Mourinho berujar:

"Dengar, jika Anda ingin tahu apa yang ingin saya lakukan di sini, lihat pertandingan pertama saya melawan West Ham. Ide strategi yang saya coba kembangkan tim. Bermain dengan sistem bertahan empat pemain dan mengandalkan tiga pemain bertahan saat menyerang. Permainan overload yang coba saya kembangkan.

"Tapi saya mendapatkan kesialan di hari pertama, Ben Davies, cedera. Ia adalah pemain ideal di sisi pertahanan kiri untuk mengembangkan ide yang saya usung. Saya pikir semuanya dimulai dengan Hugo Lloris. Kamu kehilangan kiper utamamu begitu lama dan kemudian, dalam kasus yang saya alami, tim kehilangan Ben ketika mencoba mengembangkan sebuah ide untuk membuat tim berkembang."

Selanjutnya mimpi buruk didapat Jose Mourinho. Mesin gol utama Tottenham, Harry Kane, cedera parah yang membuatnya absen hingga bulan April (dan mungkin saja lebih lama lagi).

Tak berhenti sampai di situ, Jose Mourinhomenghadapi persoalan baru. Moussa Sissoko juga tumbang karena cedera. Sang pemain punya peran vital di lini tengah. Jose tak punya pemain pengganti yang ideal. Tanguy Ndombele, pemain yang didatangkan Tottenham Hotspur dengan banderol mahal  65 juta poundsterling hingga pertengahan musim gagal mengembalikan kondisi kebugarannya usai cedera jelang Premier League bergulir.

2 dari 5 halaman

Cedera Tak Berkesudahan

Tottenham menjalani laga ulangan putaran ketiga Piala FA di kandang mereka dengan kondisi compang camping.

"Kami kehilangan Kane dan tidak memiliki striker.Anda pergi ke Middlesbrough dan Anda bermain dengan Lucas Moura dan Son Heung-min di depan, tetapi kemudian Anda menyadari keduanya lebih nyaman dan berfungsi saat bermain melebar di sektor sayap. Jadi alih-alih membangun sesuatu yang Anda lihat, teka-teki permasalahan datang dan kami sedang berusaha mencari solusinya," kata manajer asal Portugal itu.

Mantan bos Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United mencoba mengambil hal positif dari fenomena tak ideal yang ia hadapi.

"Ini adalah situasi yang sulit, tetapi ini adalah situasi yang membantu saya untuk memahami lebih baik akar masalah dan juga para pemain, apa yang harus mereka berikan dan apa yang tidak harus mereka berikan," katanya

Nama Jose Mourinho meroket saat dipercaya melatih Porto pada Januari 2002. Dia sukses mengantarkan klub juara Liga Champions.

Ditanya apakah ini adalah pekerjaan terberatnya sejak klub Portugal tersebut, Mourinho mengatakan:

“Ini adalah kedua kalinya saya mendapatkan tim pertengahan musim, hanya yang kedua kalinya.

Pertama kali juga tidak mudah karena itu adalah akhir dari sebuah tim, akhir dari sebuah era. Itu adalah era tanpa gelar.

Porto tidak menang tetapi itu adalah akhir dari... Saya tidak ingin mengatakan satu generasi tetapi itu adalah akhir dari sebuah tim di akhir musim.

“Dua belas pemain keluar, 12 pemain masuk, memulai semuanya dari awal. Lupakan hal-hal baik di masa lalu, lupakan hal-hal buruk di masa lalu dan mari kita bangun dari yang baru. Itulah pengalaman saya di Porto yang datang di pertengahan musim."

3 dari 5 halaman

Kondisi di Porto Jauh Lebih Mudah

Menurut Jose, apa yang dialaminya di Porto tak bisa dibandingkan dengan situasi kekinian.

“Waktu dan situasinya berbeda di Porto. Pemain saya yang paling mahal adalah Benni McCarthy yang didatangkan dari Celta Vigo dengan transfer hanya 4 juta poundsterling. Anda tidak dapat membeli pemain dengan harga semurah ini sekarang. Pasar berubah sepenuhnya. Ini tidak mudah."

Selain dihadapkan masalah banjir cedera, Jose Mourinho juga dipusingkan dengan problem Christian Eriksen dan Jan Vertonghen yang tak juga menandatangani perpanjangan kontak. Mereka bisa pergi kapanpun. Tottenham sudah barang tentu wajib mendapatkan pemain pengganti.

"Jika Anda bertanya tentang Eriksen, Eriksen, Eriksen, Eriksen. Apakah Anda ingin membandingkan situasi Eriksen empat tahun lalu dengan situasi Eriksen sekarang? Sangat mudah untuk dibandingkan. Empat tahun lalu dia memiliki kontrak empat tahun dan sekarang dia memiliki kontrak enam bulan. Situasinya sangat, sangat, sangat sulit," ucap Mourinho.

Satu-satunya keberuntungan yang didapat sang mentor adalah ia menemukan berlian: Japhet Tanganga. Pemain berusia 20 tahun tersebut menjalani debut saat Tottenham Hotspur kalah 0-1 dari Liverpool pada akhir pekan lalu. Penampilan bek sayap kanan tersebut cemerlang. Ia sukses mematikan pergerakan Mohamed Salah dan Sadio Mane.

“Beberapa pemain pergi, beberapa pemain datang. Para pemain yang datang, Giovani Lo Celso, Ryan Sessegnon, Ndombele, Anda lihat anak muda itu sedang dalam proses adaptasi dan kami memberi mereka waktu.

Giovani berasal dari budaya sepakbola yang sangat berbeda. Bermain di Spanyol, Argentina, bermain di Spanyol, bermain di Prancis, sekarang dia datang ke Inggris. Kalian semua (jurnalis yang menghadiri konfrensi pers) bisa merasakan bahwa dia mulai menemukan bentuk permainan terbaik. Sayangnya Ndombele mengalami situasi sebaliknya.

Ia mengalami cedera dan dengan banyak masalah, jadi kamu tidak bisa membandingkan apa yang terjadi empat tahun lalu dengan yang sekarang. Jadi kami harus bekerja lebih keras," terang Jose Mourinho.

4 dari 5 halaman

Cemburu ke Liverpool?

Pelatih kelahiran 26 Januari 1963 menambahkan, “Lloris cedera panjang, lalu Harry, selanjutnya Moussa, Ben Davies, semuanya cedera panjang. Yang saya hadapi  bukan sedang menunggu seseorang untuk kembali pekan depan. Mereka pulih tidak dalam hitungan bulan, tapi mungkin tiga hingga empat bulan. Mungkin juga mereka baru fit musim depan. Sulit. Tapi, inilah adalah kondisi kami sebenarnya. Kami tidak dapat memiliki pasukan sesiap tim pesaing."

Jose kemudian membandingkan kondisi yang dialami tim asuhannya dengan kompetitor di Premier League. “Minggu, saya menonton Manchester City dan saya melihat ke bangku - Sterling, Bernardo Silva, Gundogan, Otamendi. Kamu tahu?

Apakah Anda melihat bangku Liverpool? Saya tidak cemburu, saya memiliki pekerjaan luar biasa di sini, tetapi manajer menjalani tantangan berbeda," ucap ayah dua orang anak tersebut.

Sumber: The Sun

5 dari 5 halaman

Video

Loading
Artikel Selanjutnya
4 Foto Ini Buktikan Betapa Beratnya Jadi Manajer Manchester United
Artikel Selanjutnya
Lukaku Ungkap Alasan Mourinho Gagal Bawa MU Juara Liga Inggris