Sukses

Sulit Pindah Klub, Neymar Kena Sindir Presiden La Liga

Paris - Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, melontarkan sindiran terhadap bintang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar. Dia menyebut Neymar terancam bakal pensiun di PSG alias sulit pindah ke klub lain. 

Menurut Tebas, Neymar harus mau menurunkan tuntutan gajinya jika ingin punya kesempatan pindah klub, termasuk ke tim raksasa La Liga, Real Madrid atau Barcelona.  

"Melihat bursa transfer, Neymar akan pensiun di PSG, kecuali dia menurunkan gajinya," kata Tebas kepada BBC, Jumat (6/9/2019). 

"Masalahnya dia tak bisa kembali ke Barcelona karena pergi ke PSG adalah keputusannya sendiri. Itu adalah angka transfer di luar pasar, itu hanya mungkin terjadi dengan jebakan untuk mendongkrak pendapatan sponsor." 

"Jika Anda melakukan seperti itu, maka mustahil menjual lagi jika tak dengan harga yang sama," imbuh Tebas. 

Neymar hijrah dari Barcelona ke PSG pada 2017 dengan nilai transfer 222 juta euro atau setara Rp3,5 triliun. Tak heran, PSG tak mau melepas Neymar dengan harga murah pada bursa transfer musim panas ini.

2 dari 2 halaman

Banderol dan Gaji Selangit

PSG dikabarkan hanya mau melepas Neymar dengan banderol yang sama seperti ketika mereka menggaetnya dari Barcelona. Tuntutan tinggi PSG itulah yang membuat klub-klub gagal memboyong Neymar pada musim panas ini. 

Dua klub raksasa La Liga, Barcelona dan Real Madrid, bahkan juga mundur teratur. Real Madrid dan Barcelona hanya sanggup menawarkan skema pembelian dengan uang tunai plus tambahan pemain. 

Namun, skema tersebut ditolak PSG. Klub raksasa Prancis itu hanya mau melepas Neymar dengan bayaran penuh, tanpa opsi tambahan pemain. 

Ganjalan lain adalah gaji Neymar. Pesepak bola asal Brasil itu menerima bayaran 36 juta euro atau setara Rp469,7 miliar per tahun. Klub-klub peminat merasa keberatan memenuhi gaji selangit tersebut. 

Sumber: BBC

Disadur dari Bola.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Selfie Bareng Mbappe, Areola Minta Maaf ke Suporter Real Madrid
Artikel Selanjutnya
Soal Neymar, CEO Barcelona: Negosiasi dengan PSG Rumit