Sukses

Waktunya Cristiano Ronaldo Melunasi Investasi Besar Juventus

Liputan6.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo jadi andalan Juventus untuk mewujudkan ambisi menjadi juara Liga Champions. Kemampuannya memenuhi ekspektasi itu bakal terlihat pada leg pertama babak 16 besar melawan Atletico Madrid di Estadio Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019) dini hari WIB.

Menyusul kekalahan di final 2015 dan 2017, Juventus mendatangkan Ronaldo dari Real Madrid musim panas lalu untuk mengakhiri paceklik. Tidak tanggung-tanggung, mereka mengeluarkan biaya mencapai 341 juta euro (sekitar Rp 5,4 triliun), berupa uang transfer plus gaji dalam kontrak empat musim, demi merekrut eks penggawa Manchester United itu.

La Vecchia Signora rela mengeluarkan dana sebesar itu karena tidak mau lagi kecewa tumbang di laga puncak. Juventus memang tercatat sebagai tim paling sering menyerah di final. Sebelum 2015 dan 2017, raksasa Italia itu juga merasakan pengalaman pahit pada 1973, 1983, 1997, 1998, dan 2003.

Ronaldo dianggap sebagai solusi terbaik mengingat rekornya. Dia memenangkan tiga edisi terakhir bersama Real Madrid, atau total lima kali. Sosok asal Portugal itu menjadi pemain tersukses pada era modern. Jika dilihat secara keseluruhan, dia hanya kalah dari Francisco Gento, sosok yang membawa Real Madrid berjaya pada era Piala Champions.

Kehebatan Ronaldo terlihat pada produktivitasnya. Dia merebut gelar top skorer enam musim terakhir atau total pada tujuh kesempatan.

Sosok berusia 34 tersebut pun menjadi pemain tersubur sepanjang masa kompetisi dengan torehan 121 gol, unggul 15 angka atas pesaing terdekat Lionel Messi.

"Meski tidak menjamin, kehadiran Ronaldo jelas memberi kami keuntungan karena ketajamannya," kata pelatih Juventus Massimiliano Allegri, dilansir Press Association.

2 dari 3 halaman

Tren Penurunan

Kesempatan Ronaldo dan Juventus mendekatkan diri dengan impian pun membesar selepas undian 16 besar. Meski tangguh, Ronaldo punya pengalaman menghadapi pasukan Diego Simeone selama membela Los Blancos.

Atletico Madrid bahkan menjadi salah satu lawan favoritnya. Ronaldo tercatat sudah merobek gawang Los Colchoneros sebanyak 22 kali dalam 29 pertandingan. Hanya Getafe (23 gol) dan Seville (29 gol) yang memiliki catatan lebih buruk.

Namun, terlihat noda di balik torehan impresif itu. Ronaldo gagal membuat gol pada empat dari lima pertemuan versus Atletico Madrid di Liga Champions.

Belakangan kesuburan Ronaldo juga menunjukkan penurunan pada pentas ini. Seusai merobek gawang lawan 11 kali di delapan laga, dia cuma membuat satu gol dengan jumlah partai sama.

Kondisi tersebut membuatnya jauh tertinggal pada persaingan sepatu emas musim ini. Dia tujuh angka di belakang pimpinan daftar sementara Robert Lewandowski yang sudah membuat delapan gol.

3 dari 3 halaman

Bungkam Kritik

Kenyataannya, Ronaldo kerap membungkam mereka yang mengkritik. Kemampuannya bersinar di momen penting menjadikannya salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Dia menunjukkannya lewat catatan 60 gol pada babak gugur Liga Champions, tertinggi sepanjang sejarah.

Berbekal performa tersebut, Ronaldo jadi tumpuan Juventus untuk menjadi tim pertama yang menaklukkan Atletico Madrid di Wanda Metropolitano pada pentas Eropa. Saul Niguez dan kawan-kawan tercatat belum pernah tumbang di sana dalam 10 laga. "Kami tidak puas membawa pulang hasil imbang," tandas Allegri.

Kemenangan itu dibutuhkan sebagai modal untuk laga kedua tiga pekan mendatang, sekaligus memperbesar peluang mencapai perempat final.

Pilot Gadungan Berkeliaran di Bandara Soetta
Loading
Artikel Selanjutnya
Atletico Madrid vs Juventus: Simeone Antusias Sambut Bianconeri
Artikel Selanjutnya
Jelang Atletico Madrid Vs Juventus, Khedira Kena Penyakit Jantung