Sukses

5 Pemain Bola Korban Tindakan Rasial yang Bereaksi secara Brilian

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sepak bola modern seperti sekarang, tindakan rasisme masih menjadi persoalan pelik. Diskriminasi rasialis berkembang seperti menjadi wabah penyakit yang sukar diberantas.

Bahkan pada beberapa negara di Eropa, seperti Rusia, Italia dan Ukraina, pelecehan tentang ras di sepak bola sangat memburuk. Insiden paling diingat adalah ketika pemain Kamerun, Andre Amougou selalu diteriaki fans lawan selama perkuat Lokomotiv Moscow dari 2005-07.

Pada 2012, ada laporan luas mengenai penghinaan rasial di Polandia dan Ukraina saat keduanya menjadi tuan rumah EURO. Kejadian pertama adalah ketika pemain berkulit hitam dari timnas Belanda menjadi korban suara monyet dan ejekan.

Pun demikian yang dilakukan fans Rusia terhadap bek Republik Cek, Theodore Gebre Selassie dan fans Spanyol dituduh melakukan nyanyian rasisme terhadap Mario Balotelli.

Dari sekian kasus tersebut, beberapa pemain sepak bola terkenal juga nyatanya pernah menerima tindakan kurang terpuji itu. Namun, ketika jadi korban, si pemain justru punya reaksi yang brilian.

Siapa saja? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

1 dari 6 halaman

5. Kevin Constant

Pada tahun Juli 2013, AC Milan memainkan pertandingan pramusim melawan Sassuolo yang baru promosi di Stadion Mapei. Namun ada salah satu hal yang tak terlupakan buat bek kiri Milan, Kevin Constant.

Ya, dia menjadi sasaran pelecehan rasisme dari penggemar Sassuolo. Pada menit ke-34, dia sempat berjalan kaki untuk membuang lemparan ke dalam.

Namun, dia sudah mendengar ada teriakan yang meledek dirinya dari tribun. Dia menendang bola tinggi-tinggi di tribun dengan menyatakan kemarahannya. Setelah itu, ia mengambil langkah berani dan berjalan dari lapangan, menolak melanjutkan pertandingan dan Milan dipaksa untuk membuat pergantian untuk pemain asal Guinea itu.

 

2 dari 6 halaman

4. Sulley Muntari

Pada 30 April 2017, Sulley Muntari terlibat tindakan untuk tim barunya, Pescara, dalam pertandingan tandang melawan Cagliari. Pemain asal Ghana itu menjadi korban nyanyian rasialis dari penggemar Cagliari.

Muntari lantas memprotes penghinaan tersebut dan maju ke tribun untuk menghadapi para penggemar tim tuan rumah. Dia mengeluhkan situasi tersebut kepada wasit. Namun pada gilirannya, ia mendapat kartu kuning karena perbedaan pendapat.

Usai laga, Muntari tidak mendapat dukungan dari Pescara menyusul larangan satu pertandingannya dan memutuskan untuk menangani situasi tersebut secara sendiri. Dia mengajukan banding resmi dan kemudian larangan tersebut dibatalkan oleh federasi Italia, FIGC.

 

3 dari 6 halaman

3. Dani Alves

Apa yang Anda lakukan saat Anda dilempar pisang? Pemain normal pasti kesal bukan main atau mungkin mengeluh kepada wasit. Dani Alves bukan orang biasa.

Saat Alves memperkuat Barcelona dan bersiap ambil tendangan sudut melawan Villarreal, seseorang di antara sekelompok penggemar tuan rumah melempar pisang ke arahnya. Namun, apa yang dia lakukan selanjutnya adalah pemandangan yang mengejutkan.

Ales hanya mengambil pisang itu, mengupasnya dan memakannya. Dia juga dengan sinis mengucapkan terima kasih kepada penggemar yang melemparkan pisang ke arahnya, mengklaim bahwa memakan pisang itu memberinya kekuatan. Dia juga berpendapat bahwa humor adalah cara paling efisien untuk mengatasi rasisme.

 

4 dari 6 halaman

2. Didier Zokora

Pada April 2012 ketika pemain Trabzonspor, Didier Zokora menghadapi gelandang Fenerbahce, Emre Belozoglu, ada kejadian yang sangat disayangkan. Emre Belozoglu dituduh lontarkan perkataan rasialis terhadap Zokora selama pertandingan berlangsung.

Setelah pertandingan, pemain asal Pantai Gading itu menyatakan bahwa Emre telah memanggilnya dengan kata yang sangat kasar dan kotor. Belozoglu lantas diberi larangan bermain dua pertandingan oleh Federasi Sepak Bola Turki dan juga dikritik oleh pers.

Saat Trabzonspor dan Fenerbahce kembali bertemu, Zokora mendapat penebusannya. Pertama, dia menolak menyerahkan tangannya untuk berjabat dengan Emre pada pra-pertandingan.

Tapi, dia tidak sendiri dalam pertempurannya karena Emre telah terlihat sebagai sasaran semua rekan setimnya. Pemain Trabzonspor menunjukkan dukungan mereka terhadap Zokora dengan melancarkan tekel keras kepada Emre dan kasar tanpa takut mendapatkan hukuman.

 

5 dari 6 halaman

1. Kevin-Prince Boateng

 

Kevin-Prince Boateng punya beberapa periode dalam kariernya dan merupakan salah satu gelandang paling mengancam di dunia. Visi, ketajaman, dan fisiknya saat membelah pertahanan lawan dari lini tengah menyebabkan malapetaka untuk tim mana pun saat ia menjadi bintang bersama AC Milan.

Namun, pada akhirnya, ia harus berhenti main di Italia setelah terus-menerus diejek oleh penggemar yang rasialis atas warna kulitnya. Hal-hal berubah dengan buruk saat dia berjalan keluar lapangan dalam pertandingan persahabatan melawan Pro Patria setelah menjadi subyek pelecehan rasis.

Enam bulan setelah kejadian ini, gelandang Ghana itu meninggalkan AC Milan untuk bergabung dengan klub Jerman, Schalke. Ini dia lakukan dalam upaya untuk menjauh dari tindakan mengerikan rasisme di Italia.

Setelah kepindahannya, direktur keuangan Schalke, Peters Peters mengatakan: "Dia benar-benar ingin pergi karena insiden rasialis di Italia. Dia memiliki kesepakatan dengan presiden Silvio Berlusconi bahwa dia akan bisa pergi jika Milan lolos ke Liga Champions."

Eka Setiawan

Artikel Selanjutnya
3 Pemain Jerman yang Berpeluang Gabung Klub Raksasa Italia
Artikel Selanjutnya
5 Pemain Paling Berpengaruh dalam Sejarah MU