Sukses

Pemain Leicester Tak Pernah Stres, Psikolog Tim Pilih Liburan

Liputan6.com, Jakarta - Beban kerja psikolog Leicester City belakangan ini cenderung lebih ringan. Bahkan Ken Way yang sempat khawatir di awal musim berani mengambil cuti dan meninggalkan Jamie Vardy Cs.

"Saya bukan orang yang sibuk saat ini," kata Way kepada Times. "Pekan lalu saya bahkan bisa mengambil liburan singkat dan tidak khawatir dengan hal itu," sambung Way menjelaskan.

 

Situasi ini berbeda ketika Premier League musim ini baru bergulir. Sebab di awal musim, Way sempat khawatir akan tekanan yang dialami para pemain The Wolves. Utamanya setelah Claudio Ranieri datang menggantikan pelatih sebelumnya, Nigel Pearson. Way waswas, karena pergantian ini bakal berpengaruh kepada mental pemain-pemain tim berjuluk The Wolves tersebut.

Namun kekhawatiran itu tidak terbukti. Way bahkan belum sekalipun mendapati pemain stres.

"Saya hanya sempat khawatir di satu titik, yakni saat awal musim tentang bagaimana tekanan mulai mempengaruhi para pemain. Namun jujur saya belum mengalaminya. Itu bukan situasi yang membuat stres. Stres hanya datang bila Anda mengizinkannya datang," beber Ken Way. 

Leicester memang tengah menjadi pusat perhatian pecinta Liga Inggris. Sebab tim yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata kini menjelma jadi raksasa yang berpeluang besar menjadi jawara Premier League musim ini. Tim besutan Claudio Ranieri tersebut kini memimpin klasemen sementara dengan jarak tujuh poin dari peringkat kedua Tottenham Hotspur.

"Banyak orang yang berpikir semua di tim ini cepat klik satu sama lain. Namun saya katakan tidak semudah itu," kata Way. "Itu merupakan proses yang terlah terbentuk beberapa waktu lalu, dengan promosi dari Championship di bawah Nigel Pearson," kata Way menambahkan.

Way menjelaskan, dia bahkan sempat gugup ketika Ranieri tiba. Apalagi, pelatih sebelumnya sudah membentuk staf yang besar dan mereka tidak tahu apa yang bakal terjadi setelah Ranieri datang. Namun kekhawatirannya sirna setelah melihat keseharian Ranieri dalam memimpin para pemainnya.

"Saya berharap dia tipikal pelatih yang keras, namun dia ternyata punya sikap yang hangat. Dia akan meredam situasi yang menjengkelkan. Dia membuat ruang ganti lebih ringan, di mana Jamie Vardy membuat lelucon dan Christian Fuchs dan Robert Huth membuat orang tertawa," kata Way.

"Di sana ada suasana pesta, tapi dibarengi dengan fokus yang luar biasa. Tidak ada yang memikirkan konsekuensi apa yang mereka lakukan. Hanya ada satu pertandingan pada waktunya, seperti yang sering diucapkan oleh Claudio (Ranieri)," beber Way. 

  • Leicester City berhasil membuat kejutan di Liga Primer Inggris setelah musim 2015-2016 membawa trofi Liga Primer Inggris Pertamanya
    Leicester City berhasil membuat kejutan di Liga Primer Inggris setelah musim 2015-2016 membawa trofi Liga Primer Inggris Pertamanya
    Leicester City
  • Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Premier League