Sukses

Rossi-Lorenzo Tak Akur, Bintang Baru MotoGP Siap Gabung Yamaha

Liputan6.com, Doha - Valentino Rossi tampaknya sudah muak berduet dengan Jorge Lorenzo di Yamaha Movistar. Keduanya sudah terlibat adu argumen pada seri pertama MotoGP 2016 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (20/3/201).

Rossi sempat kesal dengan ulah Lorenzo yang memperlambat kecepatannya saat sesi latihan bebas keempat. Amarah Rossi pun meledak dan berharap FIM, otoritas tertinggi MotoGP, memberikan hukuman untuk Lorenzo.

Namun, Lorenzo memilih diam dan melakukan sindiran untuk mebalas amarah Rossi. Dia melakukan selebrasi nyentrik usai menjuarai MotoGP Qatar. Lorenzo membuat gerak tubuh seperti meminta Rossi untuk tidak banyak bicara.

Rossi pun terlihat muak dengan Lorenzo. Pembalap Italia itu seperti meminta Yamaha untuk mengganti posisi Lorenzo. Rossi sempat memuji pembalap Suzuki Maverick Vinales. Rossi menyebut Vinales bisa menjadi pembalap yang bagus untuk Yamaha di masa depan.

"Vinales berkendara dengan sangat baik di MotoGP dan saya pikir dia akan menjadi salah satu pembalap yang bisa memenangi MotoGP. Dia memiliki bakat besar dan masih muda, bahkan terlalu muda," kata Rossi seperti dilansir Crash.

Maverick Vinales (MANAN VATSYAYANA / AFP)

2 dari 3 halaman

Vinales Mau Gabung Yamaha

Konflik antara Lorenzo dan Rossi pun sampai di telinga Vinales. Bahkan, pembalap berusia 21 tahun itu tertarik mengomentari kontrak baru yang diberikan Yamaha kepada Rossi hingga tahun 2018.

"Valentino meruapakan pembalap besar dan memiliki banyak fans. Tentu saja keberadaannya bisa diterima dengan mudah oleh semua orang (di Yamaha)," kata Vinales, seperti diberitakan AS.

Namun Vinales heran dengan sikap Lorenzo yang belum mau memperpanjang kontrak dengan Yamaha, yang akan habis pada 2016. Lorenzo belum mau memperpanjang kontraknya karena Yamaha mementingkan Rossi.

Foto: Suzuki Racing

"Bila saya berada di tempat Anda (Lorenzo), saya akan bertahan di Yamaha. Sebab, motor mereka memiliki kecepatan untuk meraih kemenangan," ujar Vinales.

Pembalap asal Spanyol itu terlihat tertarik bergabung dengan Yamaha bila mendapat tawaran. Vinales ingin mencari tim yang memiliki kecepatan agar bisa menjadi juara dunia.

"Saya hidup dengan rasa percaya dini. Bila Suzuki memberikan saya motor yang kompetitif, saya akan bertahan, karena saya merasa memiliki utang kepada mereka. Jika tidak, lihat saja nanti," katanya menjelaskan.

3 dari 3 halaman

Karier Vinales

Vinales adalah pembalap muda yang paling menjanjikan di MotoGP 2016. Pada seri perdana MotoGP musim ini di Sirkuit Losail, Qatar, Vinales finis di posisi keenam.

Dia menapaki karier di pentas MotoGP dari 125cc World Championship tahun 2011. Ketika itu dia finis di posisi ketiga dengan meraih 248 poin. Vinales naik ke podium sebanyak sembilan kali, empat di antaranya berhasil menjadi juara.

Setahun setelahnya, Vinales melangkah ke Moto3. Pada 2013, dia berhasil menjadi juara dunia bersama KTM dengan mengumpulkan 323 poin. Kiprah balap Vinales pun langsung dilirik tim Moto2, Kalex pada 2014.

Foto: Crash

Penampilannya di Moto2 tidak mengecewakan. Dia mengakhiri musim dengan finis di posisi ketiga. Vinales yang mengumpulkan 274 poin dari 18 balapan berhasil finis di posisi pertama sebanyak 4 kali.

Tahun 2015, Suzuki meliriknya untuk dijadikan pembalap utama di kelas MotoGP. Dia pun menjadi debutan paling baik dengan mengumpulkan 97 poin. Vinales finis di posisi ke-12 di MotoGP 2015.