Sukses

BPJS Ketenagakerjaan Bidik 6 Juta Peserta Tahun Ini

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan penambahan kepesertaan jaminan sebanyak 6 juta orang pada 2014. Jumlah ini akan meningkat hingga 7 juta orang pada tahun depan.

Kepala Biro SDM BPJS Ketenagakerjaan Abdul Latif Algaff menjelaskan, jumlah angkatan kerja Indonesia saat ini mencapai 118,2 juta orang. Namun data per Desember 2013, tenaga kerja yang aktif pada Jamsostek (sebelum berganti menjadi BPJS Ketenagakerjaan) hanya mencapai 12 juta orang. Sedang yang belum atau non aktif dalam Jamsostek sebesar 23,6 juta orang.

"Dari jumlah itu berarti hanya 10% pekerja di Indonesia dilindungi Jamsostek," ujarnya saat menjadi pembicara pada workshop' Keberlangsungan BPJS Ketenagakerjaan dalam Mewujudkan Kesejahteraan Pekerja' di Bandung, Jawa Barat, seperti ditulis Jumat (21/2/2014).‬

Sementara itu, Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS ketenagakerjaan Junaedi mengatakan, masih rendahnya kepesertaan pekerja lantaran distribusi informasi yang masih lemah. BPJS ketenagakerjaan hanya memiliki 121 kantor cabang dan mayoritas hanya berada di daerah industri.

"Di daerah lain kami tidak dikenal, mereka hanya dengar di TV dan radio, sehingga tidak bisa mengakses kanal distribusi," jelasnya.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menargetkan mengelola jaminan sosial sampai Rp 200 triliun pada 2014. Angka itu berasal 17 juta kepersertaan. Namun untuk dapat merealisasikan hal tersebut, badan ini akan terus melakukan sosialisasi soal manfaat kepesertaan dan resiko kecelakaan kerja yang dihadapi.

"Di pelosok itu, mereka belum berpikir kebutuhan jaminan. Belum sadar bagaimana cara untuk meminimalisir resiko yang terjadi, penyadaran masyarakat akan resiko belum terjadi," tandasnya. (Dny/Ndw)
Loading